Cara Kerja Setrika dan Komponennya

Cara Kerja Setrika dan Komponennya : Inilah yang Perlu Kalian Ketahui !!

Posted on

Bengkeltv.idCara Kerja Setrika dan Komponennya : Inilah yang Perlu Kalian Ketahui !!. Meskipun terdapat banyak merk pabrikan elektronik di Indonesia, namun Philips tetap menjadi salah satu merk yang paling terkenal. Produk setrika listrik dari Philips sangat diminati oleh pengguna elektronik di Indonesia.

Jika Kalian merupakan pengguna setrika Philips, maka artikel ini tepat untuk Kalian. Di sini, saya akan menjelaskan mengenai rangkaian setrika listrik Philips beserta beberapa komponen penting yang terdapat di dalamnya.

Dengan mempelajari komponen-komponen tersebut, Kalian akan dapat mengetahui fungsi masing-masing komponen. Sehingga ketika terjadi kerusakan pada setrika, Kalian dapat langsung mengetahui komponen mana yang perlu diperbaiki. Tidak semua komponen pada setrika listrik harus dibongkar jika terjadi masalah pada setrika yang Kalian miliki.

Apa Itu Setrika Listrik ?

Setrika listrik adalah peralatan rumah tangga yang digunakan untuk meluruskannya dan menghaluskan pakaian dengan menggunakan panas. Setrika listrik terdiri dari beberapa komponen, seperti elemen pemanas, thermostat, kabel listrik, dan beberapa komponen lainnya yang membantu dalam menghasilkan panas dan menjaga suhu agar tetap stabil saat digunakan.

Setrika listrik telah menjadi peralatan rumah tangga yang sangat umum digunakan dan ditemukan di hampir setiap rumah di seluruh dunia.

Gambar rangkaian setrika listrik dan bagian-bagiannya

Berikut adalah gambar rangkaian setrika listrik dan bagian-bagiannya:

Cara Kerja Setrika

 

Bagaimana Setrika Bekerja?

Cara kerja setrika cukup sederhana. Ketika setrika dihubungkan dengan sumber listrik, elemen pemanas di dalamnya mulai memanas. Ketika setrika mencapai suhu yang diinginkan, suhu ini dipertahankan oleh termostat yang terletak di dalam setrika.

Baca juga:  Begini Cara Mengatasi Set Top Box Tidak Ada Sinyal dengan Mudah

Untuk menghaluskan kain, kain ditempatkan di antara bagian atas dan bawah setrika. Ketika setrika digeser ke atas dan ke bawah, bagian atas menekan kain ke bagian bawah. Kain yang terjepit ini akan terkena panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas. Panas ini membantu menghaluskan kain dan menghilangkan kerutan.

Komponen Setrika Listrik

Cara Kerja Setrika

Memahami cara kerja setrika tidaklah lengkap tanpa mengetahui komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa komponen setrika beserta fungsinya!

1. Kabel Daya

Kabel daya adalah salah satu komponen setrika yang sangat penting, terutama untuk setrika yang menggunakan arus listrik bolak-balik. Biasanya, kabel daya setrika terbuat dari serat yang dilapisi kain sebagai pelindung.
Kabel daya berfungsi untuk memudahkan pergerakan setrika saat digunakan. Selain itu, kabel daya juga membantu memperpanjang usia pemakaian setrika dengan membuatnya lebih tahan lama dan fleksibel.

2. Elemen Pemanas

Elemen pemanas, juga dikenal sebagai heater, merupakan komponen penting dalam cara kerja setrika. Fungsinya adalah mengubah energi listrik menjadi panas agar dapat menghilangkan kerutan pada pakaian saat disetrika.
Biasanya, elemen pemanas terletak di antara plat alas setrika dan besi pemberat di dalam setrika. Untuk melihatnya, kamu harus memperhatikan dengan seksama atau membongkar setrika.

3. Pengatur Suhu

Untuk mengatur suhu setrika, terdapat pengatur suhu yang dapat digunakan. Dengan menggunakan pengatur suhu, kamu dapat mengatur panas setrika sesuai dengan jenis kain yang akan disetrika. Cara kerja pengatur suhu setrika didasarkan pada prinsip bimetal.

4. Lampu Indikator

Salah satu komponen penting lain pada setrika adalah lampu indikator. Fungsinya adalah memberikan tanda saat setrika sedang dipanaskan.

Jika lampu indikator sudah mati, artinya suhu panas sudah sesuai dengan kebutuhan saat mengatur tombol uap. Ini menandakan bahwa setrika siap digunakan pada bahan pakaian yang hendak disetrika.

5. Alas Setrika

Komponen lain pada setrika adalah alas setrika yang berhubungan langsung dengan pakaian yang hendak disetrika. Fungsinya adalah sebagai penekan energi panas pada elemen pemanas agar pakaian menjadi halus dan tidak mudah berkerut.

Baca juga:  Pengertian Sinyal Analog dan Digital : Pembahasan Secara Lengkap

Alas setrika umumnya terbuat dari aluminium atau stainless steel. Bahan ini dapat mencegah terjadinya karat pada alas setrika, tidak lengket, dan memudahkan kamu untuk melicinkan pakaian yang akan dipakai.

6. Pemberat Setrika

Pemberat setrika, seperti namanya, terbuat dari bahan besi dan berguna untuk memberi bobot pada setrika. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengguna saat menyetrika.

7. Tombol Uap

Tombol uap atau selector switch merupakan komponen yang dapat dilihat dengan mudah pada setrikaan. Fungsinya adalah sebagai saklar on atau off untuk mengatur suhu panas pada setrikaan.

Untuk mendapatkan suhu panas yang tinggi, tombol uap akan menekan pemantik di bagian bawah. Ini akan meningkatkan arus listrik pada elemen pemanas sehingga suhu panas yang dihasilkan semakin optimal.

8. Reservoir Air

Jika kamu memiliki setrika uap, maka akan terdapat komponen yang disebut sebagai reservoir air. Fungsinya adalah untuk menghasilkan uap yang bisa diisi oleh air.

Setelah digunakan, reservoir air harus dikosongkan agar tidak terkena karat. Oleh karena itu, sebaiknya kamu segera membuang air bekas pada setrika uap setelah digunakan.

9. Penutup Setrika

Komponen terakhir adalah penutup setrika yang berfungsi untuk menutupi seluruh komponen setrika, mulai dari bagian dalam hingga pegangan setrika. Penutup setrika biasanya terbuat dari plastik untuk melindungi tangan dari sengatan listrik dan paparan panas berlebihan.

Tips Penggunaan Setrika

Berikut adalah beberapa tips penggunaan setrika yang dapat membantu Anda menghasilkan pakaian yang rapi dan menarik:

  • Pastikan bahwa setrika sudah dipanaskan dengan benar sebelum digunakan. Jika setrika belum cukup panas, kain mungkin tidak akan terlihat rapi setelah dihaluskan.
  • Pilih suhu yang tepat untuk jenis kain yang akan dihaluskan. Beberapa jenis kain, seperti linen, membutuhkan suhu yang lebih tinggi untuk dihaluskan, sementara kain lain, seperti sutra, membutuhkan suhu yang lebih rendah.
  • Gunakan uap untuk membantu menghaluskan kain. Banyak setrika modern dilengkapi dengan fungsi uap. Uap membantu melembabkan kain dan membantu menghilangkan kerutan.
  • Gunakan permukaan datar untuk menempatkan kain saat menghaluskannya. Ini membantu memastikan bahwa kain terhalus dengan rata dan tidak meninggalkan bekas.
  • Pastikan kain yang akan dihaluskan dalam keadaan bersih dan kering. Kain yang masih basah atau kotor mungkin tidak akan terlihat rapi setelah dihaluskan.
Baca juga:  √ Pengertian Rangkaian RLC: Fungsi, Jenis dan Karakteristiknya Lengkap

Baca Juga :

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kami dari bengkeltv.id telah membahas cara kerja setrika yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setrika bekerja dengan cara menghasilkan panas melalui elemen pemanas yang terdapat di dalamnya, dan kemudian mentransfer panas tersebut ke kain yang akan disetrika. Panas tersebut membuat serat kain menjadi lunak dan fleksibel sehingga mudah untuk disetrika.

Setrika juga memiliki fitur pengaturan suhu yang memungkinkan penggunanya untuk menyesuaikan suhu sesuai dengan jenis kain yang akan disetrika. Selain itu, setrika juga dilengkapi dengan uap yang berguna untuk melembutkan dan meratakan kain.

Dalam penggunaannya, setrika harus dipegang dengan tangan yang stabil dan digerakkan dengan gerakan yang lembut untuk menghindari kerusakan pada kain. Pastikan juga untuk mengisi air pada wadah uap secara berkala agar hasil setrikaan menjadi lebih optimal.

Dengan menggunakan setrika yang tepat dan dengan cara yang benar, Anda dapat mencapai hasil setrikaan yang sempurna dan kain menjadi lebih terawat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang cara kerja setrika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *