Cara Setting Timer AC Agar Hemat Listrik

Panduan Lengkap Cara Setting Timer AC Agar Hemat Listrik

Posted on

Bengkeltv.idPanduan Lengkap Cara Setting Timer AC Agar Hemat Listrik. Musim panas sudah tiba, suhu meningkat dan udara menjadi lebih panas. Ini adalah waktu yang tepat untuk menghidupkan AC dan menikmati udara yang lebih segar dan sejuk. Namun, dengan membiarkan AC berjalan terus-menerus, tagihan listrik juga akan meningkat, membuat pengeluaran bulanan lebih tinggi dari biasanya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara setting timer AC agar hemat listrik dan mengatur waktu AC dengan tepat.

Dalam artikel ini, Kalian akan mempelajari cara menghemat listrik dengan mengatur waktu AC. Kami akan membahas cara setting timer AC agar hemat listrik, memberikan tips mengatur waktu AC, dan menjawab beberapa pertanyaan umum tentang penggunaan AC. Jadi, mari kita mulai!

Mengenai AC

Cara Setting Timer AC Agar Hemat Listrik

AC atau Air Conditioner adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur suhu dan kelembaban udara di dalam ruangan. AC biasanya terdiri dari kompresor, kondensor, evaporator, dan pendingin udara yang bekerja sama untuk menghasilkan udara dingin dan bersih di dalam ruangan.

AC dapat bekerja dengan cara menghisap udara panas di dalam ruangan, mengompres udara tersebut, dan kemudian mengeluarkan udara dingin kembali ke dalam ruangan. Selain itu, AC juga dapat menghilangkan kelembaban udara di dalam ruangan melalui proses kondensasi.

AC memiliki berbagai jenis, seperti AC window, AC split, AC portable, dan AC inverter. Setiap jenis AC memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung dari kebutuhan dan kondisi ruangan yang akan diinstalasi AC tersebut.

AC sangat berguna untuk memberikan kenyamanan di dalam ruangan, terutama saat cuaca panas atau lembab. Namun, penggunaan AC yang berlebihan dapat menyebabkan penggunaan listrik yang tinggi dan berdampak buruk pada lingkungan. Oleh karena itu, perlu untuk menghemat penggunaan listrik pada AC dan menggunakan AC dengan bijak.

Cara Setting Timer AC Agar Hemat Listrik

Setting timer AC adalah cara yang efektif untuk menghemat listrik dan mengurangi tagihan bulanan. Dengan mengatur waktu kapan AC menyala dan mati, Kalian dapat memastikan bahwa AC hanya bekerja ketika Kalian membutuhkannya. Berikut adalah cara setting timer AC agar hemat listrik:

1. Jangan Terlalu Sering Mematikan dan Menyalakan AC

Menghidupkan AC secara terus-menerus memang akan meningkatkan konsumsi listrik yang tinggi. Namun, hal tersebut tidak berarti kamu harus mematikan AC dan menyalakannya kembali berkali-kali dalam sehari.

Hal ini disebabkan konsumsi listrik AC paling tinggi saat AC baru dinyalakan. Kompresor pada AC bekerja keras untuk mencapai setting suhu yang diinginkan.

Baca juga:  Penyebab dan Cara Mengatasi AC yang Mengeluarkan Es Batu

Oleh karena itu, menekan tombol ON/OFF berkali-kali akan membuat kinerja AC terganggu dan konsumsi listrik menjadi lebih boros. Sebaliknya, ketika suhu ruangan sudah dingin, kamu bisa menaikkan suhu atau mengganti ke mode otomatis.

2. Gunakan Timer untuk Hemat Listrik AC di Malam Hari

Jika kamu termasuk orang yang tidak bisa tidur tanpa AC, sebaiknya gunakan fitur timer pada AC. Dengan cara ini, kamu bisa mengatur agar AC hanya menyala hingga waktu tertentu.

Sebagai contoh, kamu bisa mengatur agar AC hanya menyala hingga pukul 3 pagi. Dengan begitu, AC akan mati secara otomatis ketika sudah mencapai pukul 3 pagi.

Pada jam dini hari, suhu udara umumnya sudah turun sehingga kamu tidak akan kepanasan meskipun AC sudah dimatikan. Selain dapat menghemat listrik, cara ini juga membantu mencegah lupa mematikan AC.

3. Naikkan Suhu 1 Derajat Celsius

Salah satu cara untuk menghemat listrik pada AC adalah dengan menaikkan setting suhu pada AC agar bekerja lebih efisien.

Meskipun ruangan yang dingin terasa sangat nyaman, terutama di siang hari, namun ketika remote AC diatur pada suhu yang terlalu rendah, maka kompresor AC akan bekerja lebih keras. Hal ini tentu saja akan menyebabkan penggunaan listrik yang lebih boros.

Oleh karena itu, sebaiknya mulai biasakan diri untuk menaikkan suhu AC sebesar 1 derajat Celsius dari suhu biasanya. Kenaikan 1 derajat tidak akan terlalu terasa, namun dapat membantu menghemat penggunaan listrik hingga 10%.

Dengan cara ini, suhu ruangan tetap terasa sejuk, namun konsumsi listrik bisa dikurangi secara signifikan.

4. Hindari Setting Suhu di Bawah 22 Derajat Celsius

Umumnya suhu ruangan di Indonesia berada pada rentang 22-25 derajat Celsius. Rentang suhu ini sudah cukup nyaman untuk melakukan aktivitas di dalam ruangan.

Dengan mengatur suhu AC pada rentang 22-25 derajat Celsius, unit AC tidak perlu bekerja terlalu keras, sehingga konsumsi listrik dapat diminimalkan.

Namun, berbeda halnya jika kamu mengatur suhu AC pada 18 atau bahkan 16 derajat Celsius. Dengan cuaca yang panas di Indonesia, tidak peduli jenis AC apa yang digunakan, akan sulit untuk mencapai suhu ini.

Akibatnya, AC akan terus berusaha untuk mendinginkan ruangan tanpa henti, dan tidak jarang tagihan listrik menjadi melonjak tinggi.

Oleh karena itu, sebaiknya atur suhu AC pada rentang yang wajar agar tetap nyaman dan hemat listrik.

5. Pastikan PK AC Sesuai Ukuran Ruangan

AC dengan daya listrik yang tinggi akan memiliki PK (daya pendingin) yang lebih besar sehingga lebih boros listrik. Namun, penggunaan AC dengan PK rendah yang tidak sesuai dengan ukuran ruangan juga dapat menimbulkan masalah.

Jika PK AC terlalu rendah, AC akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan. Selain boros listrik, hal ini dapat membuat mesin AC bekerja dengan suara ngos-ngosan dan dapat mempercepat kerusakan komponen pada AC.

Jika mesin AC rusak, maka kamu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan. Bahkan, jika komponen perlu diganti, maka biaya yang diperlukan pun akan lebih mahal. Oleh karena itu, penting untuk memilih AC dengan PK yang sesuai dengan ukuran ruangan untuk menghindari kerusakan dan biaya yang tidak perlu.

Baca juga:  Penyebab dan Cara Mengatasinya Pipa Kecil AC Bersalju

6. Bersihkan AC 3 Bulan Sekali

Di dalam AC terdapat filter yang berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran di udara sehingga AC dapat menghasilkan udara bersih yang kita hirup setiap harinya.

Namun, dampak negatifnya adalah tumpukan kotoran pada filter dapat membebani kerja mesin AC jika tidak dibersihkan secara teratur. Hal ini dapat menyebabkan konsumsi listrik meningkat.

Untuk menjaga kinerja AC tetap lancar dan hemat listrik, perlu membersihkan AC secara rutin. Idealnya, servis AC dilakukan setiap 2-3 bulan sekali. Dengan melakukan perawatan yang rutin, AC akan tetap berfungsi dengan baik dan menghasilkan udara bersih yang sehat untuk kamu hirup.

7. Bersihkan Ruangan dari Debu

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa AC memiliki filter yang berfungsi menyaring debu. Namun, jika ruangan di rumahmu kotor dan berdebu, AC juga akan cepat terkena kotoran tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk rajin membersihkan rumah, tidak hanya dengan menyapu lantai, tetapi juga membersihkan debu yang terdapat di atas lemari atau rak. Dengan membersihkan rumah secara rutin, kotoran dan debu di ruangan dapat berkurang, dan filter AC dapat bekerja dengan lebih baik untuk menghasilkan udara bersih yang sehat untuk kamu hirup.

8. Tutup Pintu dan Jendela

Salah satu cara untuk menghemat listrik pada AC adalah dengan meringankan beban kerja AC. Salah satunya adalah dengan menutup pintu dan jendela, bahkan bila memungkinkan, menutup ventilasi juga.

Hal ini dikarenakan, jika pintu atau jendela terbuka, udara dingin dari dalam ruangan akan terlepas keluar dan digantikan oleh udara panas dari luar ruangan. Sehingga AC harus bekerja lebih keras lagi untuk mendinginkan ruangan.

Oleh karena itu, pastikan selalu menutup pintu dan jendela saat AC dinyalakan, sehingga AC dapat bekerja lebih efisien dan menghemat listrik.

9. Manfaatkan Pengaturan Mode Remote AC

Setiap unit AC dilengkapi dengan beberapa mode seperti cool, dry, fan, sleep, dan auto yang dapat kamu manfaatkan sesuai kebutuhanmu.

Untuk menghemat listrik, kamu bisa menggunakan mode ‘dry’ di musim hujan. Mode ini akan menyerap kelembapan udara tanpa mengurangi kesejukan. Saat mode dry diaktifkan, kipas AC akan berputar lebih lambat sehingga lebih hemat listrik.

Kamu juga dapat menggunakan mode sleep saat hendak tidur. Mode ini akan mengatur suhu ruangan agar naik seiring waktu hingga 2 derajat Celsius.

Namun, perlu diingat bahwa mode yang paling boros listrik adalah mode cool. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan mode ini hanya saat diperlukan saja untuk menghemat penggunaan listrik pada AC.

10. Gunakan AC Tipe Inverter

AC inverter lebih hemat energi dibandingkan dengan AC non-inverter karena dapat mengatur kinerja kompresor sesuai kebutuhan. Ketika perlu mendinginkan ruangan, kompresor akan bekerja keras selama beberapa menit saja.

Setelah itu, kompresor akan bekerja dengan santai karena hanya perlu menjaga suhu agar tetap stabil. Dengan begitu, AC inverter dapat menghemat penggunaan listrik hingga 30% dibandingkan dengan AC non-inverter yang bekerja secara konvensional.

Baca juga:  Kode Remote AC Panasonic : Terlengkap

11. Gunakan AC dengan Sensor Manusia

Salah satu cara untuk menghemat listrik AC adalah dengan memasang AC yang dilengkapi dengan teknologi sensor manusia atau sensor gerak. Fitur ini sangat praktis dan efisien.

Ketika ruangan kosong, AC akan menurunkan kinerjanya untuk menghemat penggunaan listrik. Namun, ketika sensor manusia atau gerak mendeteksi kehadiran seseorang di dalam ruangan, AC akan menaikkan kinerjanya untuk mendinginkan ruangan.

Dengan menggunakan teknologi sensor manusia atau gerak, AC dapat mengoptimalkan penggunaan energi secara otomatis dan efisien, sehingga dapat membantu menghemat penggunaan listrik pada AC.

12. Hindari Langsung Menyalakan AC Setelah Dimatikan

Meskipun terdengar sepele, namun menyalakan AC secara langsung setelah kamu mematikannya dapat membuat komponen AC cepat rusak. Hal ini disebabkan karena saat AC baru dimatikan, oli dan freon belum kembali ke kompresor dengan sempurna.

Oleh karena itu, agar AC lebih awet dan tidak cepat rusak, sebaiknya biarkan AC istirahat sejenak setelah dimatikan sebelum menyalakannya kembali. Dengan begitu, oli dan freon dapat kembali ke kompresor dengan baik sehingga AC dapat berfungsi dengan lebih baik dan awet.

13. Tutup Gorden Untuk Menghalangi Sinar Matahari

Cahaya matahari yang masuk melalui kaca dapat membuat ruangan menjadi hangat atau bahkan panas. Padahal, ketika ruangan panas, AC harus meningkatkan kinerjanya untuk menurunkan suhu, yang menyebabkan penggunaan listrik menjadi tinggi.

Untuk menghemat penggunaan listrik pada AC, sebaiknya biasakan menutup jendela kaca dengan gorden agar cahaya matahari tidak masuk ke dalam ruangan. Dengan begitu, suhu ruangan akan tetap stabil sehingga AC dapat bekerja dengan lebih efisien dan hemat energi.

Demikianlah beberapa cara untuk menghemat listrik AC di rumahmu. Jika belum dapat menerapkan semuanya, kamu bisa mulai membiasakannya sedikit demi sedikit. Semoga berhasil!

Baca Juga :

Kesimpulan

Dengan melakukan setting timer pada AC, kamu dapat menghemat penggunaan listrik dan menjaga keawetan AC. Berbagai cara dapat dilakukan untuk melakukan setting timer pada AC, seperti menggunakan remote AC yang dilengkapi dengan fitur timer, memasang timer eksternal, atau menggunakan aplikasi khusus yang terkoneksi dengan AC.

Pada dasarnya, pengaturan timer AC dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal harianmu. Misalnya, kamu dapat mengatur AC untuk menyala pada jam-jam tertentu ketika suhu udara lebih panas, dan mematikan AC saat sudah tidak dibutuhkan.

Selain itu, kamu juga dapat mengatur timer AC untuk mati secara otomatis setelah beberapa jam, sehingga AC tidak bekerja terus-menerus dan menghemat penggunaan listrik. Dengan melakukan pengaturan timer AC dengan bijak, kamu dapat menghemat penggunaan listrik AC dan menjaga keawetan ACmu.

Jadi, jangan ragu untuk mencoba melakukan setting timer pada AC agar lebih hemat listrik dan efisien. Semoga informasi dari bengkeltv.id mengenai Cara Setting Timer AC Agar Hemat Listrik ini bermanfaat untuk Kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *