Pengertian Dielektrik (Dielectric)

Memahami Pengertian Dielektrik (Dielectric) : Penjelasan Secara Lengkapnya

Posted on

Bengkeltv.idMemahami Pengertian Dielektrik (Dielectric) : Penjelasan Secara Lengkapnya. Menjadi pengetahuan dasar dalam dunia fisika dan elektro, pengertian dielektrik atau dielectric seringkali terlupakan dalam penjelasannya. Bagaimana tidak, sebagian besar dari kita mengenal istilah ini hanya pada saat berurusan dengan kabel-kabel listrik dan alat elektronik lainnya. Namun, ada lebih banyak yang bisa kita ketahui dan pahami tentang dielektrik.

Dielektrik adalah salah satu komponen krusial dalam aplikasi teknologi listrik dan elektronik. Tidak hanya itu, fenomena dielektrik juga berperan penting dalam berbagai aspek ilmu pengetahuan, mulai dari fisika dasar hingga penelitian nanoteknologi yang canggih. Namun, apa sebenarnya pengertian dari dielektrik itu sendiri?

Dalam artikel ini, kita akan mencoba mengurai misteri di balik dielektrik – menjelaskan Pengertian Dielektrik (Dielectric), bagaimana cara kerjanya, dan mengapa hal ini penting dalam dunia fisika dan teknologi. Mari kita mulai eksplorasi kita dengan memahami pengertian dasar dari dielektrik.

Pengertian Dielektrik (Dielectric)

Dielektrik adalah suatu materi yang tidak mengizinkan arus listrik untuk melewatinya, sehingga seringkali disebut sebagai insulator.

Dengan kata lain, bahan dielektrik tidak mempunyai kemampuan untuk menyampaikan arus listrik. Tetapi, terjadi sebuah perubahan pada tingkat atom ketika bahan dielektrik tersebut dipengaruhi oleh tegangan listrik.

Atom-atom yang terdiri dari inti positif dan elektron negatif akan mengalami suatu proses yang disebut polarisasi.

Sederhananya, bahan dielektrik adalah jenis insulator yang mengalami polarisasi saat berada dalam medan listrik.

Bahan insulator juga dikenal sebagai dielektrik karena karakteristik khususnya yaitu polarisasi. Beberapa contoh bahan dielektrik adalah karet, karet pohon, bubur kayu, polietilen, polivinil klorida, resin fluoropolimer, mika, dan Teflon.

Polarisasi adalah efek pemindahan ringan elektron ke arah tegangan positif. Namun, elektron-elektron ini tidak bergerak cukup jauh sehingga tidak menyebabkan aliran arus melalui materi tersebut. Perubahan ini biasanya berlangsung pada tingkat mikroskopis.

Baca juga:  Pengertian Band Pass Filter (BPF) : Pembahasan Lengkapnya

Polarisasi ini mempunyai dampak penting, terutama pada komponen seperti kapasitor. Setelah sumber tegangan dihilangkan, bahan dielektrik akan kembali ke keadaannya yang semula non-polarisasi atau akan tetap terpolarisasi jika ikatan molekul di dalam bahan tersebut lemah.

Diferensiasi antara istilah dielektrik dan insulator sebenarnya tidak begitu ketara. Semua bahan dielektrik merupakan insulator, namun dielektrik yang baik adalah insulator yang dapat mudah dipolarisasi.

Seberapa besar polarisasi yang terjadi ketika suatu objek diberikan tegangan tertentu mempengaruhi energi listrik yang disimpan dalam medan listrik tersebut.

Ini ditentukan oleh konstanta dielektrik dari bahan tersebut. Namun, konstanta dielektrik bukanlah satu-satunya sifat dari bahan dielektrik.

Sifat lain seperti kekuatan dielektrik dan hilangnya dielektrik juga memiliki peran penting dalam memilih bahan untuk kapasitor dalam aplikasi tertentu.

Arti Dielectric dalam Kamus Terjemahan Bahasa Indonesia dan Inggris

Tak hanya membicarakan definisi dan penjabaran terperinci, kami juga akan mengembangkan pembicaraan dengan menyingkap makna dari kata “dielektrik” dalam kamus penerjemahan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Untuk memfasilitasi pemahaman, kami akan menyusunnya dalam format tabel penerjemahan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris seperti yang ditampilkan di bawah ini:

JENISBAHASA INDONESIABAHASA INGGRIS
Terminologidielektrikdielectric
Kategoriperangkat kerashardware

Terminologi Dielektrik

Setelah mengetahui pengertian dielektrik (Dielectric), kita akan lanjutkan dengan membahas bahwa meskipun kata “insulator” mengisyaratkan konduktivitas listrik yang rendah, umumnya “dielektrik” merujuk kepada bahan dengan polarisabilitas yang tinggi.

Nilai yang biasa menyertai kata tersebut biasanya menggambarkan permitivitas relatif. Kata “insulator” biasanya digunakan untuk menKaliankan resistensi listrik sementara, sedangkan kata “dielektrik” digunakan untuk menggambarkan kapasitas bahan dalam menyimpan energi melalui proses polarisasi.

Contoh yang umum dari dielektrik adalah bahan pelindung listrik yang digunakan di antara lempengan logam pada kapasitor.

Di samping itu, polarisasi dielektrik oleh medan listrik yang diterapkan menghasilkan muatan permukaan kapasitor yang memperkuat intensitas medan listrik yang diberikan.

Istilah “dielektrik” pertama kali diperkenalkan oleh William Whewell (dari “dia-” dan “elektrik”) atas saran dari Michael Faraday.

Dalam situasi ideal, dielektrik adalah bahan dengan konduktivitas listrik nol dan kapasitas perpindahan listrik yang tidak terhingga.

Baca juga:  Pengertian Kabel RCA: Fungsi, Karakteristik & Cara Menggunakanya

Hal ini secara spesifik menunjukkan pemutusan aliran arus. Dengan demikian, dielektrik menyimpan dan mengembalikan energi listrik seperti halnya kapasitor dalam kondisi ideal.

Contoh-Contoh Bahan Dielektrik

Sudah mengerti tentang pengertian dielektrik (Dielectric)? Secara ringkas, bahan dielektrik adalah suatu zat yang tidak dapat membawa arus listrik, atau dengan kata lain, merupakan isolator.

Beberapa contohnya termasuk udara, plastik, kayu, dan lain-lain. Untuk memahami lebih lanjut tentang bahan dielektrik sebagai isolator yang tidak menghantarkan listrik,

Berikut adalah beberapa contoh bahan dielektrik/isolator yang bisa Kalian manfaatkan sesuai dengan kebutuhan Kalian.

Pengertian Dielektrik (Dielectric)

1. Isolator Padat

Pertama-tama, terdapat isolator yang terbuat dari bahan padat dengan susunan partikel yang rapat dan teratur. Isolator ini tidak akan mengalami perubahan jika dipindahkan.

Isolator berbahan padat ini tentunya tidak dapat menghantarkan arus listrik. Beberapa contohnya termasuk plastik, PVC, bahan dengan serat kaca, karet, keramik, dan bahan yang dipadatkan. Berikut penjelasan mengenai beberapa bahan dielektrik yang berfungsi sebagai isolator padat.

2. Isolator Plastik

Plastik memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai bahan dielektrik isolasi padat. Plastik terbuat dari perekat/resin dan bahan bitumen.

Beberapa bahan lain juga dapat digabungkan untuk membuat plastik, seperti kain kapas, mika, asbes, karbon, kanvas, dan kertas.

3. Isolator PVC

Bahan isolasi PVC umumnya digunakan untuk mengisolasi kabel. PVC (Poliviniklorida) dibuat melalui polimerisasi vinilklorida (H2C=CHCI).
PVC membutuhkan campuran bahan seperti plastisizer yang memberikan sifat lentur. Hal ini diperlukan karena PVC akan mengeras pada suhu ruangan.

Jenis isolator ini memiliki kelebihan tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakar, tetapi kelemahannya adalah tidak mampu menahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi.

4. Isolator Keramik & Kaca

Isolator jenis ini masih banyak digunakan dalam berbagai perangkat listrik atau komponen elektronik karena kemampuan mereka dalam memisahkan arus listrik. Bahan isolator seperti kaca dan keramik memiliki daya sekat listrik yang baik.

5. Isolator Karet

Isolator karet terbuat dari getah pohon karet, seperti Hevezea Braziliensis. Bahan isolator ini sering digunakan dalam aplikasi listrik. Dalam proses pembuatannya, isolator karet diolah melalui pemanasan dan penguapan.

Baca juga:  Jenis-Jenis IC Voltage Regulator : Fungsi dan Cara Kerjanya Secara Lengkap

Isolator karet digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti sepatu keselamatan, pegangan alat seperti palu, obeng, tang, serta sebagai isolasi untuk kabel listrik.

Salah satu jenis isolator karet yang dikenal adalah ebonit. Ebonit merupakan campuran antara karet, belerang, dan bahan lainnya yang memberikan sifat keras yang diperlukan.

6. Isolator dari Bahan yang Dipadatkan

Isolator dari bahan yang dipadatkan mengacu pada bahan yang semula berbentuk cair namun kemudian dicampur dengan bahan lain sehingga menjadi padat.

Isolator jenis ini biasanya digunakan untuk memadatkan atau melapisi suatu objek. Contohnya adalah lilin yang dicampur dengan damar, parafin, pernis bakelit, dan sebagainya.

7. PE (Polietilen)

Selanjutnya, terdapat Polietilen (PE) yang merupakan bahan dielektrik/isolator yang dihasilkan melalui polimerisasi etilen (H2C=CH2).

Kelebihan bahan PE dibandingkan dengan PVC adalah daya tahan terhadap penyerapan air. Bahan PE umumnya digunakan dalam kabel telekomunikasi.

Namun, kelemahan bahan PE adalah lebih mudah terbakar dibandingkan dengan PVC.

Penutup

Dalam dunia fisika, dielektrik atau dielectric adalah sebuah materi yang memiliki sifat khusus dalam mempengaruhi medan listrik. Dielektrik digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti dalam kapasitor, isolator listrik, dan perangkat elektronik lainnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian dasar tentang dielektrik dan bagaimana ia berinteraksi dengan medan listrik.

Secara umum, dielektrik memiliki nilai yang disebut konstanta dielektrik atau permitivitas relatif. Konstanta dielektrik ini menggambarkan sejauh mana dielektrik mampu menyimpan energi listrik dan mempengaruhi medan listrik. Setiap jenis dielektrik memiliki konstanta dielektrik yang berbeda-beda, yang memberikan karakteristik unik pada materi tersebut.

Dalam kesimpulannya, dielektrik adalah materi yang memiliki kemampuan untuk mengisolasi dan membatasi aliran listrik. Ketika dielektrik berada di dalam medan listrik, ia mengalami polarisasi dan menyimpan energi listrik. Dielektrik digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti kapasitor dan isolator listrik. Konstanta dielektrik menentukan karakteristik unik dari setiap jenis dielektrik. Demikian ulasan dari bengkeltv.id mengenai Pengertian Dielektrik (Dielectric). Semoga bermanfaat untuk Kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *