Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

√ Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Prinsip kerjanya

Posted on

Bengkeltv.id – √ Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Prinsip kerjanya. Indonesia, negeri yang dianugerahi oleh kekayaan alam yang tak terhingga, menjadikan tanah air kita sebagai salah satu pionir penggunaan sumber energi terbarukan. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang salah satu pemanfaatan energi tersebut, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Sebelum menelisik lebih jauh mengenai teknologi, proses kerja, manfaat, dan tantangan dalam penggunaan PLTP, alangkah baiknya kita pahami terlebih dahulu apa pengertian dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi itu sendiri.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), merupakan teknologi yang memanfaatkan panas dari dalam perut bumi untuk menghasilkan listrik. Sebuah konsep yang sangat menarik, bukan? Namun, bagaimana hal tersebut bisa dilakukan? Apa saja yang dibutuhkan? Sejauh mana efektivitasnya dan apa dampaknya bagi lingkungan? Mari kita uraikan satu persatu dalam artikel ini.

Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) adalah jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energinya. Tenaga panas bumi memiliki potensi panas yang lebih rendah dibandingkan dengan cadangan panas bumi. Emisi yang dihasilkan oleh pembangkit ini sekitar 122 kg karbondioksida per MegaWatt-jam (MW/jam), yang merupakan delapan kali lebih rendah daripada penggunaan batu bara.

Saat ini, terdapat 24 negara yang menggunakan panas bumi untuk menghasilkan listrik. Selain itu, 70 negara lainnya menggunakan panas bumi sebagai sumber pemanas dalam pembangkit listrik. Potensi listrik yang dapat dihasilkan dengan memanfaatkan energi ini berkisar antara 35 hingga 2.000 GW.

Prinsip Kerja

Setelah memahami pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) secara umum, prinsip kerja pembangkit listrik ini mirip dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Uap yang dihasilkan dari panas bumi digunakan untuk memutar turbin yang terhubung dengan rotor generator. Akhirnya, generator tersebut menghasilkan energi listrik.

Baca juga:  Perbedaan Anoda dan Katoda : Ketahui Secara Lengkap

Perbedaan antara PLTP dan PLTU terletak pada cara mendapatkan uap air. PLTU memanaskan air di boiler dengan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Sementara itu, PLTP mendapatkan uap air dari sumur-sumur produksi yang berasal dari panas bumi.

Uap air tersebut digunakan untuk memutar turbin, dan hasil putarannya akan didinginkan menggunakan kondenser. Air yang dihasilkan dari proses pendinginan akan kembali disuntikkan ke dalam perut bumi melalui sumur injeksi.

Pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, siklus uap air dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

Siklus Uap Langsung

PLTP yang menggunakan siklus uap langsung mendapatkan uap air langsung dari sumur produksi. Uap tersebut kemudian digunakan untuk memutar turbin. Uap yang keluar dari turbin akan didinginkan oleh kondensor sehingga berubah menjadi air. Air tersebut kemudian disuntikkan kembali ke dalam perut bumi melalui sumur injeksi.

Siklus Uap Terpisah

Pada siklus ini, campuran uap air dan air diperoleh dari sumur produksi. Di dalam proses ini, terjadi pemisahan antara uap dan air menggunakan separator. Air hasil pemisahan tersebut kemudian disuntikkan ke dalam perut bumi melalui sumur injeksi. Uap air hasil pemisahan digunakan untuk memutar turbin. Setelah uap air keluar dari turbin, proses selanjutnya adalah menuju kondensor. Air yang dihasilkan dari pendinginan akan kembali disuntikkan ke dalam perut bumi.

Siklus Biner

Pada siklus ini, uap air dan air panas diambil langsung dari perut bumi. Uap air dan air panas tersebut tidak langsung digunakan untuk memutar turbin, melainkan hanya panasnya yang dimanfaatkan. Panas yang diperlukan akan ditransfer ke penukar panas (heat exchanger) untuk memanaskan fluida. Fluida yang dipanaskan akan menguap, dan uap panas tersebut akan memutar turbin. Selanjutnya, uap dari turbin akan didinginkan oleh kondensor dan dikembalikan ke penukar panas.

Selain itu, berdasarkan jumlah “flasher” pada PLTP, siklus uap pada pembangkit ini dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Single Flash Steam
  • Double Flash Steam
  • Triple Flash Steam

Jenis-jenis PLTP

Dalam pembahasan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) adalah pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi untuk menghasilkan energi listrik. Berikut ini adalah beberapa jenis PLTP yang umum:

Baca juga:  Prinsip Kerja DC Power Supply (Adaptor) : Pembahasan Secara Lengkapnya.

PLTP dry steam

PLTP uap kering menggunakan sumber uap panas dari bawah permukaan. Sistem ini digunakan jika fluida thermal yang keluar melalui sumur produksi berbentuk uap.

Uap langsung digunakan untuk memutar turbin, yang kemudian mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak untuk menghasilkan energi listrik.

PLTP single flash

PLTP satu aliran digunakan jika sumur produksi panas bumi di suatu area memiliki kadar air yang lebih tinggi daripada uap keringnya.

Air panas ini dialirkan ke atas melalui pipa sumur produksi dengan tekanannya sendiri. Karena aliran ke atas, tekanan air berkurang dan sebagian air berubah menjadi uap.

Uap yang terpisah kemudian dipisahkan dari air dan digunakan untuk memutar turbin. Sisa air dan uap yang terkondensasi kemudian disuntikkan kembali ke dalam sumur melalui sumur injeksi.

PLTP double flash

PLTP dua aliran dikembangkan untuk menghasilkan energi listrik ketika sumur produksi panas bumi menghasilkan fluida uap dan cairan.

PLTP dua aliran merupakan peningkatan dari PLTP satu aliran dan dapat meningkatkan output daya listrik hingga 25 persen dengan kondisi fluida panas bumi yang sama.

Meskipun biayanya lebih mahal dan lebih kompleks, daya listrik yang dihasilkan oleh PLTP dua aliran lebih besar daripada PLTP satu aliran.

PLTP binary System

PLTP siklus biner dioperasikan jika fluida thermal di sumber panas bumi memiliki suhu rendah.

Dalam PLTP siklus biner, air panas atau uap panas dari sumur produksi tidak pernah menyentuh turbin.

Air panas bumi digunakan untuk memanaskan fluida kerja (senyawa organik dengan titik didih rendah) pada alat penukar panas. Fluida kerja tersebut kemudian dipanaskan dan berubah menjadi uap.

Uap yang dihasilkan dalam penukar panas kemudian dialirkan untuk memutar turbin dan menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik.

PLTP siklus biner adalah sistem tertutup sehingga tidak ada emisi yang dilepaskan ke atmosfer.

Keuntungan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Inilah keunggulan dari pembangkit listrik yang memanfaatkan panas bumi:

Baca juga:  Mengenal Lebih Dalam Tentang Pengertian SNR (Signal to Noise Ratio)

  • Energi panas bumi dianggap ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi.
  • Reservoir panas bumi dapat secara alami diisi ulang, sehingga termasuk sumber energi terbarukan.
  • Potensinya sebagai penghasil listrik sangat tinggi, mencapai 2 TeraWatt.
  • Dapat dibangun di bawah tanah.
  • Instalasinya mudah dan tidak menghasilkan emisi karbon.
  • Merupakan alternatif untuk menghemat penggunaan bahan bakar fosil.

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Meskipun memiliki keuntungan yang lebih, PLTP juga menghadapi beberapa tantangan sebagai berikut:

  • Terkait isu lingkungan, terutama sebagai pemicu gempa bumi.
  • Lokasinya harus lebih spesifik dan memerlukan biaya eksplorasi yang cukup mahal.
  • Berpotensi menghasilkan emisi sulfur dan silikat.
  • Biaya konstruksi pembangkit cukup besar.
  • Mengebor ke dasar membutuhkan upaya besar karena harus melewati batuan panas yang sulit dicapai.
  • Penggundulan hutan lebih masif karena biasanya dibangun di kawasan hutan lindung.
  • Pencemaran air tanah karena potensi fluida yang naik ke permukaan.

Penutup

Secara keseluruhan, Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) membawa dampak yang sangat signifikan bagi dunia energi. Melalui PLTP, kita dapat menghasilkan energi listrik secara berkelanjutan dari sumber daya yang tidak akan habis dalam jangka waktu manusia. Ini membuka peluang besar bagi masa depan kita yang lebih hijau dan lebih berkelanjutan. Walau ada tantangan dan hambatan dalam pengimplementasian PLTP, teknologi ini memegang harapan besar sebagai salah satu solusi utama untuk tantangan energi global.

Kita perlu memahami bahwa PLTP bukan hanya tentang menghasilkan listrik. Ini adalah tentang bagaimana kita menjaga bumi, sumber daya yang kita miliki, dan kehidupan generasi mendatang. PLTP adalah simbol dari apa yang bisa dicapai jika kita berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan penggunaan teknologi ramah lingkungan.

Kita semua memiliki peran dalam mendukung dan mendorong penggunaan energi terbarukan seperti panas bumi, demi keberlanjutan hidup kita dan planet ini. Demikianlah ulasan dari bengkeltv.id mengenai Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), semoga informasi yang telah disampaikan dapat membantu kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *