Pengertian Time Delay Relay (TDR)

Pengertian Time Delay Relay (TDR) : Fungsi, dan Cara Kerja Lengkap

Posted on

Bengkeltv.idPengertian Time Delay Relay (TDR) : Fungsi, dan Cara Kerja Lengkap. Dalam dunia industri dan elektronika, istilah “Time Delay Relay” atau TDR seringkali menjadi topik perbincangan penting. Namun, bagi mereka yang baru memasuki ranah ini, istilah tersebut mungkin terdengar asing. Oleh karena itu, melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas pengertian Time Delay Relay (TDR), memahami fungsi, mekanisme kerja, serta bagaimana peranannya dalam sistem kontrol dan otomasi.

TDR merupakan salah satu komponen elektronik yang sangat vital dan sering digunakan dalam berbagai aplikasi. Penggunaannya cukup luas, mulai dari peralatan rumah tangga, industri, hingga sistem kendali di bidang otomotif. Melalui penjelasan yang mudah dipahami, artikel ini ditujukan untuk semua kalangan, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru mengenal dunia elektronika dan industri.

Pengertian Time Delay Relay (TDR)

Timer, atau yang kerap disebut sebagai Time Delay Relay, merupakan komponen elektronik yang dirancang khusus untuk mengendalikan penundaan waktu berdasarkan batasan timer yang telah ditetapkan, melalui pemutusan atau penghubungan kontak relay. Kontak relay ini biasanya dipergunakan untuk memutus atau mengaktifkan rangkaian kontrol.

Biasanya, timer ini menjadi komponen yang sangat vital di industri. Penggunaannya kerap dikombinasi dengan berbagai elemen elektronik lainnya seperti kontaktor, TOR/Overload, serta tombol dorong untuk menunjang operasional rangkaian kontrol.

Indikator Time Delay Relay (TDR)

Berikut adalah penjelasan alternatif beberapa indikator yang terdapat pada bagian timer:

  • Power: Fungsi dari indikator ini adalah untuk menKaliankan bahwa sumber tegangan sudah terhubung atau telah masuk.
  • Out: Indikator ini bertindak sebagai penKalian bahwa output timer sedang berjalan (ketika waktu aktual sesuai dengan waktu yang telah ditentukan atau ‘Set’).
  • A: Ini merupakan mode dari timer, dalam hal ini, ‘on delay mode’.
  • 0–12: Ini adalah skala waktu timer yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.
  • Sec: Ini adalah satuan waktu timer yang dinyatakan dalam detik. Satuan ini dapat diubah ke unit waktu lain seperti jam atau hari.
  • Jarum merah: Jarum ini berfungsi sebagai penunjuk set dan dapat diatur dengan cara memutarnya.
Baca juga:  Jenis dan Fungsi Sensor Cahaya Serta Penjelasanya Lengkap

Selain itu, terdapat beberapa spesifikasi teknis lain yang perlu diperhatikan:

  • Tegangan kerja: Contohnya 100–240 Vac / 100–125 Vdc, yang menKaliankan rentang tegangan di mana alat dapat berfungsi secara optimal.
  • Kapasitas beban: Contohnya 5 A 250 Vac, yang merujuk pada arus maksimum dan tegangan yang dapat ditangani oleh perangkat.
  • Konsumsi daya: Contohnya 1.6 Watt (saat relay on), yang menunjukkan berapa banyak daya yang digunakan oleh perangkat.

Fungsi TDR

Setelah memahami Pengertian Time Delay Relay (TDR), Fungsi Timer Delay Relay adalah sebagai sakelar atau relay yang bekerja berdasarkan waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Karena memiliki fungsi tersebut, TDR dapat digunakan dalam rangkaian kontrol yang beroperasi secara otomatis. Contohnya adalah penggunaan TDR dalam rangkaian star-delta yang otomatis.

TDR digunakan untuk beban yang berkedip dan sejenisnya. Relay ini juga dapat digunakan dalam instalasi otomatis, seperti pada ATS. Di sana, TDR dapat mengubah konfigurasi hubungan bintang-segitiga pada motor, mengubah arah putaran, dan mengatur kecepatan motor. Semua proses ini dilakukan secara otomatis.

Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan peralatan kontrol lainnya, termasuk Magnetic Contactor (MC) dan Overload Relay. TDR dipasang sebagai pengatur waktu untuk peralatan yang dikendalikan. TDR digunakan untuk mengatur kapan kontak dapat diaktifkan dan dimatikan dalam rentang waktu tertentu.

Prinsip Kerja Timer TDR

Sebelum membahas prinsip kerjanya, ada beberapa indikator pada bagian timer yang perlu diketahui. Berikut adalah beberapa indikator yang ada:

  • Power: Menunjukkan bahwa suplai tegangan telah terhubung.
  • Out: Menunjukkan bahwa output timer aktif (waktu aktual = Set).
  • A: Mode timer (mode On Delay).
  • 0-12: Skala timer (dapat diubah).
  • Sec: Satuan waktu dalam detik (dapat diubah menjadi jam atau hari).
  • Jarum Merah: Menunjukkan setelan waktu, dapat diubah dengan memutar.
Baca juga:  Apa Itu Busbar Pada Panel Listrik? Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Ratings:

  • a. Tegangan Kerja: Contohnya, 100-240 Vac / 100-125 Vdc.
  • b. Kapasitas Beban: Contohnya, 5 A 250 Vac.
  • c. Konsumsi Daya: Contohnya, 1,6 Watt (Relay On).

Prinsip kerja Timer Delay Relay alias TDR tidak sulit untuk dipahami. Bagian input timer umumnya berupa kumparan atau koil, sedangkan bagian output berupa kontak NC (Normally Close) / NO (Normally Open). Kumparan timer akan aktif saat menerima arus listrik.

Ketika mencapai batas waktu yang ditentukan, timer secara otomatis akan mengunci dan mengubah kontak NO menjadi NC, dan sebaliknya. Saat timer diberi daya atau mendapatkan suplai tegangan, timer mulai menghitung. Ketika jumlah hitungan aktual sama dengan setelan waktu, output timer akan aktif. Kontak timer dapat berupa NC dan NO.

Secara umum, prinsip kerja timer mirip dengan relay dan kontaktor, yaitu akan aktif saat kumparan dialiri arus listrik. Namun, perbedaannya, TDR tidak dirancang untuk mengunci sendiri seperti relay dan kontaktor magnet. Dalam pemasangannya, TDR harus digabungkan dengan kontaktor magnet dan relay (pastikan TDR tetap aktif).

Tipe-tipe TDR

Setelah memahami Pengertian Time Delay Relay (TDR), saat ini akan kita bahas mengenai 3 jenis TDR yang berbeda. Tiga jenis tersebut adalah timer analog, timer digital, dan timer mekanik. Mari kita jelaskan secara lebih rinci tentang ketiga jenis TDR tersebut.

1. Timer Analog

Pengertian Time Delay Relay (TDR)

Timer analog beroperasi dengan menggunakan listrik sebagai sumber daya. Setelah menerima suplai tegangan, timer akan diaktifkan dan mulai menghitung waktu. Selama proses penghitungan, lampu indikator pada timer akan berkedip. Ketika waktu yang ditentukan telah tercapai, LED pada timer akan tetap menyala.

2. Timer Digital

Pengertian Time Delay Relay (TDR)

Timer digital menggunakan listrik sebagai sumber daya. Timer ini memiliki prinsip kerja yang sama dengan timer analog, tetapi dengan perkembangan teknologi, timer digital menawarkan fitur-fitur yang lebih canggih. Perbedaan utama antara timer digital dan analog terletak pada tampilannya. Timer digital memiliki desain yang lebih modern dan dilengkapi dengan fitur-fitur penunjang yang membuatnya lebih unggul daripada timer analog.

Baca juga:  √ Pengertian Konektor Rj 45: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Lengkap

3. Timer Mekanik

Pengertian Time Delay Relay (TDR)

Pada awalnya, timer mekanik dioperasikan dengan menggunakan tenaga listrik, namun kemudian dikembangkan untuk dapat bekerja dengan tenaga baterai. Hal ini memungkinkan timer mekanik untuk tetap berfungsi bahkan tanpa adanya suplai listrik, terutama dalam situasi darurat. Mengenai cara kerjanya, timer mekanik memiliki prinsip kerja yang serupa dengan timer analog dan digital.

Penutup

Sebagai penutup, telah kita jelajahi secara mendalam pengertian dari Time Delay Relay (TDR). Mesin yang memiliki kegunaan luas dalam berbagai aplikasi industri ini, memiliki peran penting dalam kontrol waktu operasional. Keunikan TDR terletak pada kemampuannya mengendalikan fungsi perangkat tertentu berdasarkan penundaan waktu yang dapat diatur.

Kita telah mengenal banyak tentang bagaimana TDR bekerja dan kegunaannya yang sangat beragam. Tidak hanya dalam industri, TDR juga memiliki kegunaan dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam sistem irigasi, peralatan rumah tangga, dan lainnya.

Oleh karena itu, pemahaman tentang TDR ini sangat penting untuk memahami lebih lanjut tentang cara kerja berbagai sistem yang ada di sekitar kita. Demikianlah ulasan dari bengkeltv.id mengenai Pengertian Time Delay Relay (TDR), semoga informasi yang telah disampaikan dapat membantu kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *