Perbedaan Circuit Breaker dan Fuse

Memahami Perbedaan Circuit Breaker dan Fuse dalam Sistem Listrik

Posted on

Bengkeltv.idMemahami Perbedaan Circuit Breaker dan Fuse dalam Sistem Listrik. Dalam dunia listrik, komponen pengaman seperti circuit breaker dan fuse memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran aliran listrik. Meskipun keduanya dirancang untuk melindungi peralatan elektrik dari potensi bahaya, terdapat perbedaan mendasar antara circuit breaker dan fuse. Pemahaman mendalam mengenai perbedaan ini sangat penting untuk memastikan sistem listrik beroperasi dengan efisien dan aman.

Circuit breaker dan fuse sama-sama berfungsi sebagai pelindung peralatan elektrik dari arus listrik yang berlebihan atau gangguan lainnya. Namun, cara kerja, karakteristik, dan manfaat keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Mari kita telaah lebih lanjut perbedaan antara circuit breaker dan fuse untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik mengenai keunggulan masing-masing komponen ini dalam sistem listrik.

Pengertian Circuit Breaker

Circuit breaker merupakan saklar listrik yang secara otomatis berfungsi untuk memutuskan aliran arus listrik dalam sirkuit ketika terjadi kondisi abnormal atau tidak normal. Fungsinya utama adalah mencegah kerusakan pada sirkuit listrik yang dapat disebabkan oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting.

Selain itu, circuit breaker juga memiliki beberapa fungsi lain, seperti melindungi peralatan listrik dari kelebihan arus, menjaga kabel dari kelebihan panas, dan mengurangi risiko kebakaran yang dapat terjadi akibat korsleting.

Circuit breaker dapat digunakan sebagai pengaman dalam instalasi listrik, meningkatkan tingkat keamanan, dan mengurangi risiko kecelakaan listrik. Terdapat berbagai jenis circuit breaker, termasuk yang dirancang untuk tegangan rendah, tegangan menengah, dan tegangan tinggi. Selain itu, circuit breaker juga dapat dibedakan berdasarkan tipe pengoperasiannya, seperti manual, otomatis, dan remote control.

Secara keseluruhan, circuit breaker memiliki peran yang sangat penting sebagai komponen pengaman dalam instalasi listrik. Keberadaannya membantu meminimalkan risiko kerusakan pada sirkuit listrik dan kecelakaan listrik, sehingga instalasi listrik menjadi lebih aman dan terhindar dari risiko kebakaran.

Pengertian Fuse

Sekering, atau yang umumnya dikenal sebagai Fuse, merupakan suatu komponen yang berfungsi sebagai pengaman pada perangkat listrik atau rangkaian elektronika. Komponen ini terbentuk dari kawat halus dan pendek yang akan meleleh dan terputus ketika dialiri arus listrik yang berlebihan atau terjadi hubungan arus pendek di dalam peralatan listrik atau rangkaian elektronika.

Dengan terputusnya fuse, arus listrik yang berlebihan tidak akan mengalir ke dalam rangkaian elektronika, sehingga mencegah kerusakan pada komponen-komponen yang ada di dalamnya.

Oleh karena itu, fungsi utama fuse adalah melindungi peralatan listrik dan elektronika dari kerusakan akibat arus pendek atau arus listrik yang berlebihan. Fuse atau sekring memiliki dua terminal dan biasanya dipasang secara seri dengan rangkaian elektronika atau peralatan listrik yang hendak dilindungi.

Baca juga:  Panduan Lengkap : Jenis-Jenis Motor DC (Motor Arus Searah)

Jika fuse terputus, maka akan terjadi “open circuit,” yang menghentikan aliran listrik agar arus tidak dapat masuk ke dalam rangkaian yang dilindungi. Fuse sering dijuluki sebagai pengaman listrik yang sangat penting dalam menjaga keamanan dan keKalianlan peralatan listrik serta elektronika.

Karakteristik Fuse dan Circuit Breaker

Sebelum kalian memahami Perbedaan Circuit Breaker dan Fuse, penting untuk memahami karakteristik fuse dan circuit breaker. Kedua komponen ini dinilai dalam ampere (yang tertera pada nameplate) yang disebut sebagai arus terukur atau arus nominal.

Keduanya memiliki rated current yang sama, contohnya 30A, dan tidak akan terputus jika arus yang mengalir melalui mereka tidak melebihi batas tersebut, misalnya 32A. Meskipun sama dalam rated current, terdapat perbedaan signifikan antara fuse dan circuit breaker.

Salah satu perbedaan utama adalah bahwa fuse membutuhkan arus yang lebih tinggi daripada circuit breaker untuk melakukan trip. Sebagai contoh, untuk trip dalam waktu 0,1 detik, sebuah fuse dengan rated current 30A membutuhkan arus sebesar 300A, sedangkan circuit breaker membutuhkan arus sebesar 128A. Ini menunjukkan perbedaan arus yang cukup besar antara keduanya.

Perlu diingat bahwa pemilihan rating sekering atau circuit breaker bergantung pada beberapa faktor. Arus beban penuh dari rangkaian yang dilindungi oleh fuse tidak boleh melebihi rating arus fuse itu sendiri. Untuk memilih rating fuse yang tepat, dapat digunakan rumus:

  • Rating Sekering dalam Ampere = (Daya / Tegangan) x 1,25

Sebagai contoh, jika ingin mengetahui rating circuit breaker yang diperlukan untuk rangkaian listrik dengan beban 1 kW dan tegangan suplai 220V AC (atau 120V di AS) yang akan dilindungi oleh circuit breaker dengan rating 10A, maka dapat dihitung sebagai berikut:

  • (1000W / 220V) x 1,25 = 4,5A

Dengan demikian, rating circuit breaker yang diperlukan adalah 4,5A.

Perbedaan Circuit Breaker dan Fuse

Terdapat perbedaan antara Circuit Breaker dan Fuse yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini sebagai perbandingan. Silakan simak secara lengkap:

KARAKTERISTIKFUSECIRCUIT BREAKER
KonstruksiFuse (khususnya elemen sekering atau penghubung sekering) terbuat dari sepotong logam (Tembaga, Perak, Aluminium, Seng, atau alloy) yang meleleh ketika terlalu panas pada beban tertentu.Pemutus sirkuit memiliki sakelar elektromekanis internal dan mekanisme trip oleh nilai arus yang tidak aman jika terjadi kelebihan beban atau korsleting.
FungsiMemberikan deteksi serta tugas interupsi. Ini adalah proses otomatis.Hanya menyediakan interupsi. Deteksi kesalahan dilakukan oleh relay di dalam circuit breaker.
OperasiProses Sepenuhnya Otomatis.Otomatis dan Manual.
Operating Time0.002 second0.01-0.05 second
Working PrincipleFuse bekerja berdasarkan prinsip pemanasan (I2R) yaitu sifat termal dari konduktor pembawa arus.Circuit breaker bekerja pada thermal atau thermal magnetic (elektromagnetisme dan prosesnya adalah elektromekanis)
ProteksiFuse memberikan perlindungan terhadap kelebihan beban. Ini juga dapat melindungi dari arus pendek dan arus pendek.Circuit Breaker memberikan perlindungan terhadap kelebihan beban, kelebihan arus dan hubung singkat.
Breaking capacityLowHigh
Ambient TemperatureFuse tidak tergantung pada suhu sekitar selama operasi.Operasi circuit breaker tergantung pada suhu sekitar.
Karakteristik KurvaKarakteristik kurva fuse mengalami perubahan karena efek penuaan.Karakteristik kurva circuit breaker tidak mengalami perubahan.
Penggantian dan pasca operasiFuse dapat digunakan hanya sekali per operasi karena bersifat self destructive (merusak diri sendiri). Penggantian harus dilakukan setelah operasi selesai.Circuit breaker tidak perlu diganti setelah setiap operasi yaitu. dapat digunakan beberapa kali. Jadi dapat diandalkan dibandingkan dengan fuse.
Auxiliary ContactTidak perlu kontak Bantu dalam fuse.Pemutus sirkuit tersedia dengan Auxiliary Contact (kontak Bantu).
Indikasi statusFuse tidak ada indikasi status operasi selama proses.Circuit breaker menunjukkan status indikasi selama operasi.
Switching OperationFuse tidak dapat digunakan sebagai Switch ON-OFF.Circuit breaker dapat digunakan sebagai Switch ON-OFF.
Pole / kutubSingle PoleSingle dan Multiple Pole
CostCost / biaya menggunakan fuse rendah dibandingkan dengan Circuit BreakerBiaya menggunakan Circuit breaker tinggi, tergantung pada aplikasi.
AplikasiFuse banyak digunakan untuk operasi arus rendah seperti peralatan dan peralatan elektronik.Pemutus sirkuit digunakan pada perangkat dan peralatan arus tinggi seperti transformator, motor dan mesin berat lainnya serta perlindungan kabel rumah.
Baca juga:  Cara Menghemat Energi Listrik yang Paling Efektif

Kelebihan Fuse Dibandingkan Circuit Breaker

Setelah memahami Perbedaan Circuit Breaker dan Fuse, circuit Breaker memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan Fuse dalam konteks pengamanan sistem listrik. Berikut adalah beberapa kelebihan tersebut:

  • Fuse merupakan perangkat yang jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan circuit breaker.
  • Fuse bersifat statis dan tidak memerlukan pemeliharaan, berbeda dengan circuit breaker yang melibatkan bagian bergerak yang memerlukan perawatan dan pengujian agar tetap dalam kondisi yang optimal untuk operasi normal.
  • Keunggulan utama fuse dibandingkan circuit breaker adalah operasinya yang stabil, Kalianl, dan berkecepatan tinggi tanpa menghasilkan suara bising. Selain itu, fuse dapat tetap berada pada posisi yang sama untuk jangka waktu yang lama jika tidak ada gangguan arus. Dengan kata lain, fuse HRC tidak mengalami penurunan kualitas seiring bertambahnya usia.
  • Kelebihan lain dari fuse yang dapat dipasangkan kembali adalah kemampuannya untuk di-“rewire” (dengan mengganti elemen fuse) dengan mudah dalam kasus terputusnya akibat hubungan pendek atau arus berlebih yang melelehkan elemen fuse.

Kelebihan Circuit Breaker Dibandingkan Fuse

Circuit breaker memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang lebih unggul dibandingkan dengan fuse dalam sistem listrik. Beberapa kelebihan tersebut antara lain:

  • Circuit breaker dapat berfungsi sebagai perangkat pelindung arus berlebih dan sebagai sakelar normal, sementara fuse (sekering) tidak dapat berfungsi sebagai sakelar.
  • Circuit breaker memiliki kemampuan direset seperti sakelar ON-OFF yang sederhana setelah operasi otomatis, sedangkan fuse harus diganti setelah operasi tersebut.
  • Salah satu keunggulan utama circuit breaker dibanding fuse adalah adanya beberapa kutub (pole) pada circuit breaker. Hal ini memungkinkan circuit breaker melindungi beberapa jalur sekaligus, sedangkan fuse hanya memiliki satu kutub dan hanya dapat digunakan pada satu jalur.
  • Circuit breaker memudahkan pemeriksaan dan pelacakan kesalahan dengan lebih mudah, sedangkan pada fuse, indikasi kesalahan sulit diidentifikasi karena elemen fuse terletak di dalam fuse.
  • Dibandingkan dengan fuse, circuit breaker memiliki respons yang lebih cepat, operasi yang lebih dapat diKalianlkan, dan kepekaan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penggunaan circuit breaker lebih disarankan dibandingkan fuse.
Baca juga:  √ Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Cara Kerjanya Lengkap

Kesimpulan

Dalam dunia listrik, baik di rumah maupun di industri, keamanan dan perlindungan perangkat listrik sangatlah penting. Dua komponen utama yang digunakan untuk melindungi sirkuit listrik adalah Circuit Breaker dan Fuse. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencegah kerusakan akibat arus berlebih, namun terdapat perbedaan signifikan antara keduanya.

Circuit Breaker, atau pemutus sirkuit, berfungsi sebagai saklar otomatis yang dapat memutus aliran listrik ketika terdeteksi adanya arus berlebih. Kelebihan utamanya adalah dapat digunakan berulang kali setelah dipulihkan, sehingga lebih ekonomis dalam jangka panjang. Sementara itu, Fuse, atau sekering, bekerja dengan cara melelehkan kawat di dalamnya ketika terjadi arus lebih. Namun, sekering tidak dapat digunakan kembali setelah meleleh dan harus diganti.

Dalam pemilihan antara Circuit Breaker dan Fuse, perlu dipertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, keKalianlan, dan kemampuan pemulihan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai pengguna, penting untuk memahami perbedaan tersebut agar dapat memilih komponen yang paling sesuai dengan kebutuhan dan situasi penggunaan.

Sebagai kesimpulan, baik Circuit Breaker maupun Fuse memiliki peran vital dalam melindungi perangkat listrik dari kerusakan akibat arus berlebih. Pemilihan antara keduanya tergantung pada kebutuhan spesifik dan preferensi pengguna. Dengan memahami perbedaan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan keamanan listrik dan mengoptimalkan kinerja sistem secara keseluruhan. Demikian ulasan dari bengkeltv.id mengenai Perbedaan Circuit Breaker dan Fuse. Semoga bermanfaat untuk Kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *