Jenis-Jenis IC Voltage Regulator

Jenis-Jenis IC Voltage Regulator : Fungsi dan Cara Kerjanya Secara Lengkap

Posted on

Bengkeltv.idJenis-Jenis IC Voltage Regulator : Fungsi dan Cara Kerjanya Secara Lengkap. Pemahaman mengenai bagian-bagian dari suatu sistem elektronik sangat penting untuk dipelajari, khususnya bagi mereka yang bekerja di bidang ini. Salah satu komponen elektronik yang memainkan peran krusial adalah IC Voltage Regulator atau Regulator Tegangan.

Komponen ini berfungsi untuk memberikan output tegangan yang stabil dan konstan, terlepas dari perubahan dalam tegangan input atau beban output. Ada berbagai jenis IC Voltage Regulator yang ada di pasaran, dan pemahaman terhadap masing-masing jenis sangat penting agar dapat memilih komponen yang paling sesuai dengan kebutuhan kita.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai jenis-jenis IC Voltage Regulator. Mari kita selami lebih dalam mengenai komponen elektronik yang satu ini.

Pengertian IC Regulator

Regulator IC, yang juga populer dengan sebutan regulator tegangan IC, adalah elemen yang bertindak sebagai penyesuai atau pengontrol tegangan dalam suatu sirkuit elektronik.

Peran utama dari regulator tegangan IC adalah untuk memastikan konsistensi tegangan sehingga tetap stabil dan siap digunakan sesuai dengan keperluan.

Regulator IC biasanya terdiri dari beberapa puluh hingga ratusan sub-komponen lainnya, seperti dioda, kapasitor, dan transistor. Semua komponen ini disatukan menjadi satu entitas dan diintegrasikan dalam bentuk regulator IC.

Regulator IC dimanfaatkan secara luas dalam berbagai alat elektronik sehari-hari, khususnya pada adaptor yang menghasilkan tegangan DC. Kita dapat menemukan regulator IC ini dalam berbagai perangkat elektronik, seperti televisi, pemutar DVD, laptop, dan notebook.

Fungsi IC Regulator

Untuk mengoperasikan perangkat elektronik digital dengan baik, dibutuhkan suplai listrik yang stabil dan bebas gangguan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan sebuah perangkat khusus yang berfungsi untuk mengatur tegangan agar tetap stabil.

Inilah mengapa IC Regulator sangat penting. Terlebih lagi, regulator tegangan memiliki fungsi yang memungkinkannya untuk mengatur tingkat tegangan komponen.

Dengan menggunakan perangkat tersebut, perubahan tegangan, suhu, dan beban baik pada input maupun output tidak akan mempengaruhi stabilitas daya yang dihasilkan.

Jenis-Jenis IC Voltage Regulator

Ada beberapa cara untuk mengelompokkan Pengatur Tegangan dalam bentuk IC (Integrated Circuit), antara lain berdasarkan Jumlah Terminal (3 Terminal dan 5 Terminal), berdasarkan Linear Voltage Regular, dan Switching Voltage Regulator. Sementara itu, cara pengelompokan yang ketiga melibatkan tiga jenis, yaitu Fixed Voltage Regulator, Adjustable Voltage Regulator, dan Switching Voltage Regulator.

Baca juga:  √ Apa Itu PLTB? Pengertian, Cara Kerja dan Komponen Utama.

Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang tiga jenis IC Pengatur Tegangan DC (DC Voltage Regulator):

1. FIXED VOLTAGE REGULATOR (Pengatur Tegangan Tetap)

IC jenis Pengatur Tegangan Tetap (Fixed Voltage Regulator) memiliki nilai tetap yang tidak dapat diubah sesuai keinginan pengguna. Nilai tegangan sudah ditetapkan oleh produsen IC sehingga tegangan DC yang dihasilkan juga tetap sesuai dengan spesifikasi IC-nya.

Contohnya, IC Voltage Regulator 7805 menghasilkan tegangan DC sebesar 5 Volt. Terdapat dua jenis Pengatur Tegangan Tetap, yaitu Positive Voltage Regulator dan Negative Voltage Regulator.

Jenis IC Voltage Regulator yang paling umum dijumpai di pasaran adalah tipe 78XX. Angka XX pada kode tersebut menunjukkan tegangan output DC yang dihasilkan oleh IC Voltage Regulator tersebut. Misalnya, 7805, 7809, 7812, dan lain-lain. IC 78XX merupakan jenis Positive Voltage Regulator.

IC Negative Voltage Regulator memiliki desain, konstruksi, dan cara kerja yang sama dengan jenis Positive Voltage Regulator, perbedaannya hanya terletak pada polaritas tegangan outputnya. Contoh IC Negative Voltage Regulator antara lain 7905, 7912, atau IC Voltage Regulator yang menggunakan kode awalan 79XX.

IC Fixed Voltage Regulator juga termasuk dalam kategori IC Linear Voltage Regulator.

Berikut adalah rangkaian dasar untuk IC LM78XX beserta komponennya (Fixed Voltage Regulator).

Jenis-Jenis IC Voltage Regulator

2. Adjustable Voltage Regulator (Pengatur Tegangan yang dapat disetel)

IC jenis Adjustable Voltage Regulator adalah jenis IC Pengatur Tegangan DC yang memiliki rentang Tegangan Output tertentu sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan rangkaian. IC Adjustable Voltage Regulator juga memiliki 2 jenis, yaitu Positive Adjustable Voltage Regulator dan Negative Adjustable Voltage Regulator.

Contoh IC jenis Positive Adjustable Voltage Regulator adalah LM317 yang memiliki rentang tegangan antara 1.2 Volt DC hingga 37 Volt DC. Sedangkan contoh IC jenis Negative Adjustable Voltage Regulator adalah LM337 yang memiliki rentang tegangan yang sama dengan LM317.

Secara dasar, desain, konstruksi, dan cara kerja kedua jenis IC Adjustable Voltage Regulator tersebut sama. Yang membedakan adalah polaritas tegangan outputnya.

IC Fixed Voltage Regulator juga termasuk dalam kategori IC Linear Voltage Regulator.

Berikut adalah rangkaian dasar IC LM317 beserta komponennya (Adjustable Voltage Regulator).

Jenis-Jenis IC Voltage Regulator

3. SWITCHING VOLTAGE REGULATOR

Switching Voltage Regulator memiliki desain, konstruksi, dan cara kerja yang berbeda dengan IC Linear Regulator (Fixed dan Adjustable Voltage Regulator). Switching Voltage Regulator memiliki efisiensi penggunaan energi yang lebih baik dibandingkan dengan IC Linear Regulator.

Baca juga:  Cara Mengatasi Listrik Yang Korslet dengan Tepat

Hal ini karena kemampuannya untuk mengalihkan pasokan energi listrik ke medan magnet yang berfungsi sebagai penyimpan energi listrik. Oleh karena itu, saat merangkai Pengatur Tegangan dengan sistem Switching Voltage Regulator, diperlukan tambahan komponen Induktor yang berfungsi sebagai elemen penyimpan energi listrik.

Prinsip Kerja IC Voltage Regulator

Setelah memahami Jenis-Jenis IC Voltage Regulator, selanjutnya penting untuk diketahui bahwa IC regulator tidak hanya berfungsi sebagai pengatur kestabilan tegangan, tetapi juga berfungsi sebagai pembatas tegangan.

Tujuannya adalah untuk mencegah tegangan yang masuk ke dalam rangkaian melebihi batas yang aman.

Untuk memahami lebih lanjut tentang apa itu IC regulator, perhatikan prinsip kerjanya sebagai berikut.

Ketika kunci kontak berada dalam posisi hidup (on), arus akan mengalir dari baterai melalui rangkaian berikut ini:

  • Baterai – sekering – kunci kontak – terminal IG – IC regulator.

Setelah arus mencapai IC regulator, arus akan melalui terminal dasar dan transistor. Rangkaian arusnya adalah sebagai berikut:

  • IC regulator – terminal dasar B – transistor Tr1 – terminal E Tr1 – ground.

Dalam kondisi ini, komponen Tr1 akan menjadi aktif (ON). Selain itu, medan magnet juga akan terbentuk di kumparan rotor. Ketika Tr1 menjadi aktif, transistor Tr3 juga akan aktif dan indikator pengisian akan menyala.

Rangkaian arusnya adalah sebagai berikut:

  • Baterai – kunci kontak – lampu pengisian – terminal regulator – terminal C Tr3 – terminal E Tr3 – ground.

Kelebihan dan Kekurangan IC Regulator

Apakah Kalian sudah mengerti tentang Jenis-Jenis IC Voltage Regulator? Saat ini, hampir semua komponen elektronika menggunakan IC regulator untuk mendukung kinerjanya. Namun, apa saja kelebihan dan kekurangan dari komponen tersebut?

1. Kelebihan IC Regulator

Voltage regulator memiliki berbagai kelebihan yang signifikan. Manfaat penggunaan perangkat ini antara lain:

  • Ukuran IC regulator yang kecil, sehingga lebih menghemat ruang.
  • Sistem pengisian IC regulator lebih mudah dibandingkan dengan sistem konvensional.
  • Tegangan yang dihasilkan oleh IC ini lebih stabil.
  • Tidak memerlukan penyetelan karena tidak menggunakan kontak poin.

2. Kekurangan IC Regulator

Selain memiliki berbagai kelebihan, IC regulator juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut adalah beberapa kelemahannya:

  • Kerusakan pada IC regulator tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, jika komponen tersebut mengalami kerusakan, harus diganti dengan yang baru.
  • IC regulator memiliki keterbatasan karena komponennya yang kecil. Hal ini menyebabkan perlu dilakukan pembongkaran ketika terjadi kerusakan.

Cara Mengukur IC Regulator

Untuk memastikan apakah IC regulator masih berfungsi dengan baik atau tidak, Kalian perlu mengetahui cara mengukur IC regulator. Dengan melakukan pemeriksaan ini, Kalian akan dapat menentukan apakah komponen tersebut masih dalam kondisi yang baik atau tidak.

Baca juga:  √ Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker) dan Cara Kerjanya

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Kalian lakukan untuk mengukur IC regulator:

  • Siapkan alat pengukur, baik itu AVO meter analog maupun digital.
  • Tempatkan probe merah pada kaki IC regulator. Sementara itu, probe hitam harus ditempatkan pada ground rangkaian.
  • Selanjutnya, perhatikan hasil pengukuran yang ditampilkan.
  • Jika nilai tegangan outputnya adalah 8 volt, maka dapat dikatakan bahwa IC regulator tersebut dalam kondisi baik. Namun, jika nilainya kurang dari 8 volt, itu menKaliankan bahwa kondisi IC tersebut kurang baik.
  • Selain itu, IC regulator yang berfungsi dengan baik harus memiliki tegangan input lebih dari 10 volt. Jika tegangan inputnya kurang dari 10 volt, itu menunjukkan bahwa IC dalam kondisi yang kurang baik.
  • Jika IC regulator mengalami kerusakan, Kalian harus menggantinya dengan yang baru. Karena IC tidak dapat diperbaiki jika sudah rusak.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Kalian akan dapat mengetahui apakah IC regulator masih berfungsi dengan baik atau memerlukan penggantian.

Penutup

Sebagai penutup, peran penting dari IC voltage regulator dalam berbagai perangkat elektronik tidak dapat diabaikan. Fungsinya dalam menjaga stabilitas tegangan sangat vital bagi operasi perangkat tersebut. Dengan berbagai jenis IC voltage regulator yang telah kita bahas, seperti Linear, Switching, dan Adjustable, kita dapat melihat berbagai cara di mana regulator tegangan dapat diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan khusus dari berbagai perangkat.

Pengetahuan mendalam tentang jenis-jenis IC voltage regulator ini bukan hanya membantu kita dalam memahami teknologi yang kita gunakan sehari-hari, tetapi juga membuka pintu untuk inovasi dan perkembangan teknologi elektronik di masa depan. Kita harus terus mendorong pemahaman ini, seiring dengan kemajuan teknologi, karena ini akan membantu kita dalam mendesain dan mengembangkan sistem yang lebih efisien dan Kalianl.

Seiring berjalannya waktu, kita dapat mengharapkan bahwa IC voltage regulator akan terus berkembang dan menjadi lebih canggih, membantu kita membangun dunia yang semakin terdigitalisasi. Tetaplah peka terhadap teknologi baru dan berinovasilah dengan pengetahuan ini untuk meraih manfaat maksimal dari IC voltage regulator. Semoga informasi dari bengkeltv.id mengenai Jenis-Jenis IC Voltage Regulator ini bermanfaat untuk Kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *