Mengenal Energi Tidal (Pasang Surut Air Laut)

Mengenal Energi Tidal (Pasang Surut Air Laut) : Pembahasan Secara Lengkap

Posted on

Bengkeltv.idMengenal Energi Tidal (Pasang Surut Air Laut) : Pembahasan Secara Lengkap. Energi, elemen paling esensial dalam kehidupan sehari-hari kita, kini sedang bergerak cepat dalam alur transformasi dari sumber energi konvensional menuju energi yang berkelanjutan. Perubahan ini tidak hanya menunjukkan respons kita terhadap tantangan perubahan iklim, namun juga berupaya memenuhi kebutuhan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dunia. Dalam labirin pilihan energi terbarukan, terdapat satu jenis energi yang mungkin belum terlalu banyak kita dengar, namun memiliki potensi yang luar biasa: Energi Tidal, atau energi pasang surut air laut.

Energi tidal adalah sebuah konsep yang unik dan mengasyikkan, menjanjikan pengadaan energi yang bersih, hijau, dan tak pernah habis. Artikel ini akan membawa Kalian menjelajahi dunia energi tidal, merangkum apa yang perlu kita ketahui tentang teknologi menakjubkan ini, serta melihat bagaimana Indonesia, sebagai negara maritim dengan panjang garis pantai terbesar di dunia, dapat memanfaatkan potensi ini. Mari kita mengenal lebih jauh tentang energi tidal.

Mengenal Energi Tidal (Pasang Surut Air Laut)

Energi pasang surut, atau dikenal juga sebagai energi tidal, mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Menurut informasi yang dikutip dari laman Kemendikbudristek, pasang surut air laut adalah fenomena alam di mana permukaan air laut naik dan turun secara berkala karena pengaruh gaya gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi.

Seperti namanya, energi tidal merupakan energi yang dihasilkan dari memanfaatkan pasang surut dan kemudian diubah menjadi bentuk energi lainnya.

Dalam sejarahnya, masyarakat di Eropa dan pantai Amerika Utara mulai menggunakan energi tidal dalam bentuk turbin. Mereka mengubah energi mekanik tersebut dan menggunakannya untuk menggiling gandum. Baru pada abad ke-19, proses ini dikembangkan menjadi energi listrik.

Baca juga:  Pengertian Termokopel (Thermocouple): Prinsip Kerja & Kelebihannya

Salah satu pembangkit listrik tenaga pasang surut skala besar pertama di dunia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Rance di Perancis. Pembangkit ini dibangun pada tahun 1966 dan masih beroperasi hingga sekarang. Pembangkit tersebut memiliki kapasitas energi pasang surut sebesar 240 MW. Di Annapolis, Kanada, terdapat pembangkit yang menghasilkan energi sebesar 16 MW. Sedangkan di Korea Selatan, energi tidal yang dihasilkan mencapai kapasitas 254 MW.

Mekanisme & Metode Pemanfaatan Energi Tidal

Setelah Mengenal Energi Tidal (Pasang Surut Air Laut), umumnya pemanfaatan energi pasang surut air laut dilakukan di sepanjang pesisir pantai dan cekungan laut.

Metode yang digunakan untuk menghitung pasang surut air laut adalah dengan mengambil rata-rata dari semua data pengamatan mengenai kedudukan permukaan air laut (MLR). Selain itu, metode lain yang digunakan adalah metode admiralty, di mana metode ini menggunakan rata-rata konstanta pasang surut air laut. Kedua metode ini dapat digunakan sesuai dengan kemampuan wilayah dalam mengembangkan pembangkit listrik energi pasang surut air laut.

Setidaknya terdapat 3 aplikasi pemanfaatan energi pasang surut air laut ini.

Pertama. Turbin Lepas Pantai

Turbin lepas pantai ini mirip dengan pembangkit listrik tenaga angin bawah laut. Energi listrik didapatkan dari variasi permukaan laut yang disebabkan oleh efek gravitasi bulan, yang dikombinasikan dengan rotasi bumi. Turbin ini menangkap energi yang terkandung dalam perpindahan massa air akibat pasang surut.

Sistem ini bekerja efektif dalam arus yang kuat. Keunggulan metode ini adalah biaya instalasi yang lebih murah dan dampak lingkungan yang relatif kecil.

kedua, Bendungan Pasang Surut

Bendungan pasang surut mirip dengan bendungan pada pembangkit listrik tenaga air. Namun, bendungan ini menggunakan siklus pasang surut yang jauh lebih besar karena berada di sekitar muara atau teluk. Kekurangan penggunaan bendungan pasang surut adalah hanya dapat menghasilkan listrik selama air masuk (pasang) atau keluar (surut), sekitar 10 jam/hari.

Namun, karena waktu operasinya dapat diprediksi, pembangkit listrik tenaga pasang surut tidak perlu beroperasi secara terus-menerus dan dapat mengKalianlkan pembangkit listrik lainnya.

Baca juga:  Mengenal Panel Hubung Bagi (PHB) : Pengertian dan Jenisnya

Ketiga, Laguna Pasang Surut

Metode ini mirip dengan bendungan pasang surut air laut, tetapi biaya pembangunannya lebih rendah. Laguna pasang surut memanfaatkan cekungan untuk mengalirkan air laut sehingga dapat memutar turbin dan menghasilkan listrik.

Dari ketiga metode di atas, manakah menurut Sahabat yang pantas dikembangkan lebih lanjut?

Potensi Pemanfaatan Energi Tidal di Indonesia

Masih dalam pembahasan Mengenal Energi Pasang Surut (Tidal) Sahabat, Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan dengan luas perairan mencapai hampir 60% dari total wilayahnya. Laut di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang energi terbarukan, khususnya energi pasang surut.

Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan pemanfaatan energi dari laut ini. Berikut ini adalah beberapa potensi penggunaan teknologi energi pasang surut di berbagai wilayah di Indonesia:

Kalimantan Barat

Kalimantan Barat adalah salah satu wilayah yang sedang mengalami krisis ketersediaan energi listrik dan hampir tidak memiliki sistem cadangan pembangkitan listrik. Tinggi pasang surut air laut di wilayah ini berkisar antara 1,3 meter hingga 5,7 meter, yang dapat dikatakan sebagai potensi yang sangat menjanjikan untuk dimanfaatkan dalam pemanfaatan teknologi pembangkit listrik energi pasang surut.

Teknologi yang digunakan untuk mengembangkan energi pasang surut air laut di wilayah ini adalah Floating Dam. Berdasarkan analisis data, teknologi ini dapat menghasilkan energi listrik yang cukup besar, seperti yang dapat dihitung berdasarkan jumlah rumah yang dapat dialiri listrik dengan menggunakan teknologi ini. Penelitian menunjukkan bahwa output daya listrik yang dapat dihasilkan mencapai sekitar 730 MWh/hari.

Cilacap

Cilacap merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi dalam pemanfaatan energi pasang surut air laut karena memiliki tinggi pasang surut yang cukup tinggi. Wilayahnya terletak di perairan yang dipengaruhi oleh Samudera Hindia, sehingga potensinya cukup besar. Oleh karena itu, Cilacap digunakan sebagai lokasi penelitian untuk mengoperasikan arus pasang surut air laut.

Selat Larantuka Flores Timur

Selat Larantuka merupakan selat laut yang terletak di wilayah Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sahabat perlu mengetahui bahwa Selat Larantuka memiliki lebar sekitar satu kilometer dengan kecepatan arus laut rata-rata antara 4,5 dan 5,0 meter per detik.

Baca juga:  Cara Menyusun Rangkaian Listrik yang Efektif

Rencana proyek pembangkit listrik pasang surut di Selat Larantuka meliputi pembangunan Jembatan Pasang Surut dengan empat elemen dan 32 turbin Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut yang terpasang di dalamnya. Setiap turbin memiliki kapasitas terpasang sebesar 16 MW.

Keunggulan Energi Tidal Sebagai Energi Terbarukan

Beberapa keunggulan dari pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut adalah sebagai berikut:

  • Energi pasang surut air laut merupakan jenis energi baru dan terbarukan yang sumber dayanya tidak akan habis.
  • Pembangkit energi pasang surut air laut tidak menghasilkan emisi atau efek gas rumah kaca serta limbah yang dapat menyebabkan perubahan iklim.
  • Pembangkit energi pasang surut merupakan jenis pembangkit yang hKalianl, efisien, dan dapat diprediksi jam operasionalnya dengan mudah.

Meskipun demikian, pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut juga memiliki kekurangan, seperti biaya pembangunan dan eksplorasi yang cukup mahal.

Penutup

Dengan mengenal lebih jauh tentang energi tidal, kita dapat memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan berkelanjutan ini untuk menghasilkan energi listrik. Keunikan dari energi ini adalah ia bersumber dari fenomena alam pasang surut air laut yang berlangsung secara teratur, membuatnya menjadi sumber energi yang dapat diKalianlkan.

Tantangan teknologi dan investasi awal yang tinggi memang menjadi batu sandungan dalam pengembangan energi ini. Namun, dengan komitmen yang kuat, inovasi, dan dukungan dari berbagai pihak, kita bisa berharap bahwa energi tidal akan menjadi bagian integral dari bauran energi bersih kita di masa depan.

Jadi, mari kita lanjutkan untuk mengenal dan memahami energi tidal. Dengan begitu, kita bisa semakin bijaksana dalam menggunakan dan merawat bumi, sambil tetap menjaga keberlanjutan hidup bagi generasi mendatang. Semoga artikel dari bengkeltv.id ini memberikan wawasan baru bagi Kalian semua tentang Mengenal Energi Tidal (Pasang Surut Air Laut).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *