Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

√ Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker) dan Cara Kerjanya

Posted on

Bengkeltv.id – √ Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker) dan Cara Kerjanya. Teknologi telah menjadikan kehidupan kita lebih nyaman dan aman, dan salah satu inovasinya adalah RCCB (Residual Current Circuit Breaker). Alat yang satu ini mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun peranannya sangat penting dalam melindungi instalasi listrik di rumah atau tempat kerja kita.

RCCB memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan peralatan listrik dan juga mencegah resiko kebakaran yang bisa disebabkan oleh kebocoran arus. Tetapi, apa sebenarnya pengertian RCCB? Apa fungsi utamanya? Dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut dan memberikan gambaran lengkap mengenai RCCB. Mari kita mulai dengan pengertian RCCB.

Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

RCCB (Residual Current Circuit Breaker) merupakan suatu perangkat pengaman yang berfungsi dalam sistem instalasi listrik, yang biasanya dipasang di dalam panel listrik. Tujuan utamanya adalah memutuskan aliran listrik ketika terdapat gangguan berupa kebocoran arus listrik.

Apabila kita telaah lebih lanjut, tampaknya pengertian RCCB ini cukup mirip dengan ELCB.

Definisi di atas memunculkan istilah ‘kebocoran arus’. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebocoran arus yang dapat dicegah oleh RCCB?

Kebocoran arus yang dimaksud di sini adalah kondisi ketika arus listrik yang seharusnya bergerak dari fasa menuju netral, justru mengalir ke jalur yang bukan netral. Alih-alih, arus tersebut berpindah ke jalur grounding atau fasa lainnya. Inilah yang disebut dengan kebocoran arus.

Sebagai contoh, kita dapat membayangkan kebocoran arus terjadi saat isolasi gagal dan kemudian disentuh oleh bagian tubuh manusia, yang berakibat pada seseorang tersengat listrik. Ketika peristiwa atau gangguan seperti ini terjadi, maka RCCB akan segera memutuskan aliran listrik.

Fungsi RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

Setelah menggali lebih dalam tentang Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker), selanjutnya kita akan membahas tentang bagaimana RCCB bekerja untuk melindungi individu dari bahaya sengatan listrik, elektrokusi (kematian yang disebabkan oleh sengatan listrik), serta kebakaran yang dapat terjadi akibat gangguan pada kabel atau sistem pembumian.

1. Memotong Aliran Listrik Saat Terjadi Kontak Fisik

RCCB berperan sangat vital saat terjadi gangguan pembumian yang tak terduga dalam sirkuit, contohnya ketika seseorang secara tidak sengaja menyentuh kabel bertegangan yang tak terisolasi dalam suatu instalasi listrik.

Baca juga:  Pengertian Tespen (Test Pen) : Cara Menggunakannya Secara Lengkap

Dalam kondisi seperti ini, jika sirkuit tidak dilengkapi dengan RCCB, gangguan pembumian dapat terjadi dan individu tersebut berisiko tersengat listrik.

Namun, jika sirkuit tersebut dipasangi RCCB, maka sirkuit tersebut akan langsung terputus dalam hitungan detik, sehingga mencegah individu tersebut dari sengatan listrik. Oleh sebab itu, sangat penting dan lebih aman untuk memasangkan RCCB pada sirkuit listrik Kalian.

2. Melindungi Individu dari Risiko Elektrokusi

Elektrokusi, atau kematian yang disebabkan oleh sengatan listrik, dapat terjadi jika arus yang mengalir ke tubuh manusia melebihi batas toleransi atau resistensi tubuh terhadap sengatan listrik.

RCCB memiliki tingkat sensitivitas yang beragam, mulai dari 30 mA, 100 mA, hingga 300 mA. Dengan adanya RCCB, risiko elektrokusi dapat ditekan secara signifikan.

3. Memotong Aliran Listrik Saat Terjadi Kebocoran Arus

Jika terjadi kebocoran isolasi pada suatu penghantar dan arus mengalir ke penghantar lain, RCCB akan mendeteksi perubahan ini. Saat terjadi kebocoran isolasi, RCCB akan membandingkan nilai arus yang mengalir pada kabel fasa dan kabel netral.

Apabila nilai arus ini tidak seimbang, maka RCCB akan segera memutuskan sirkuit, sehingga mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah pada sirkuit listrik tersebut.

Cara kerja RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

Mekanisme kerja RCCB cukup simpel namun efisien. Prinsip dasarnya adalah melakukan pemantauan dan deteksi terhadap perbedaan arus yang mengalir antara dua konduktor listrik, yaitu konduktor fasa dan netral.

Pada kondisi normal, arus yang mengalir melalui konduktor fasa seharusnya sama dengan arus yang mengalir melalui konduktor netral.

Namun, jika ada gangguan seperti kebocoran arus atau kesalahan pembumian pada salah satu konduktor, maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam arus yang mengalir antara dua konduktor tersebut.

Inilah perbedaan arus yang akan dideteksi oleh RCCB. Perangkat ini bekerja dengan prinsip elektronik, dimana deteksi perbedaan arus ini akan menghasilkan sinyal listrik. Sinyal listrik ini selanjutnya akan memicu mekanisme pemutus atau tripper di dalam perangkat RCCB.

Ketika tripper ini beroperasi, maka aliran listrik dalam rangkaian akan terputus, sehingga menghentikan arus listrik.

Dengan demikian, RCCB secara otomatis mencegah potensi kebakaran atau insiden listrik lainnya yang mungkin disebabkan oleh kebocoran arus.

Jadi, dengan kata lain, prinsip kerja RCCB adalah membandingkan arus yang masuk dan keluar dalam suatu rangkaian listrik, dan apabila terdapat ketidakseimbangan, maka aliran listrik akan diputuskan untuk mencegah terjadinya insiden.

Cara Pemasangan RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

RCCB, atau Residual Current Circuit Breaker, adalah perangkat penting yang berfungsi untuk melindungi kita dari risiko bahaya listrik, mulai dari sengatan listrik hingga ancaman kematian. Perangkat ini berperan dalam mendeteksi dan memutuskan aliran listrik saat terjadi kebocoran arus listrik.

Baca juga:  √ Pengertian Rangkaian Paralel: Ciri, Contoh, Gambar, Rumus

Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

Karena itu, sangat penting untuk memasang alat ini secara benar dan teliti. Berikut ini adalah langkah-langkah rinci dalam proses instalasinya:

  1. Mematikan Listrik:
    Langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa sumber listrik telah diputus. Hal ini penting untuk mencegah risiko kecelakaan listrik selama proses instalasi.
  2. Pemasangan RCCB:
    Setelah memastikan listrik telah dimatikan, langkah selanjutnya adalah memasang RCCB di kotak sirkuit utama yang berada di panel listrik. Pastikan RCCB ditempatkan dengan tepat dan terpasang kuat sehingga tidak mudah terlepas atau bergeser.
  3. Penghubungan Kabel:
    Setelah RCCB dipasang, Kalian perlu menghubungkan kabel listrik ke terminal yang tersedia. Pastikan setiap kabel ditempatkan dan dikencangkan dengan benar untuk memastikan koneksi yang baik dan aman.
  4. Uji Koneksi:
    Selanjutnya, periksa semua koneksi dengan multimeter untuk memastikan bahwa semuanya telah terhubung dengan benar. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan tidak ada kabel yang putus atau longgar.
  5. Pemasangan Penutup:
    Setelah memeriksa semua koneksi dan memastikan semuanya berfungsi dengan baik, pasang penutup pada panel listrik dan kencangkan semua baut dan sekrup dengan kuat.
  6. Uji Fungsi RCCB:
    Setelah semua langkah di atas telah selesai, hidupkan kembali listrik dan lakukan pengujian fungsi dengan memeriksa lampu indikator pada RCCB. Jika lampu indikator menyala, ini menKaliankan bahwa RCCB beroperasi dengan baik.

Harap diingat, selalu penting untuk memprioritaskan keselamatan saat bekerja dengan listrik. Jika Kalian merasa ragu atau tidak memiliki pengalaman, lebih baik untuk menghubungi profesional untuk membantu dalam instalasi ini.

Jenis-Jenis RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

RCCB adalah perangkat perlindungan listrik yang bertujuan untuk mendeteksi adanya arus bocor (ground fault) dalam rangkaian listrik dan segera memutus aliran listrik jika terjadi kebocoran arus yang berpotensi berbahaya.

Berlanjut pada pembahasan Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker), berikut ini beberapa jenis RCCB yang umum digunakan:

1. Type AC (Alternating Current)

Tipe RCCB ini dirancang khusus untuk melindungi rangkaian listrik AC (arus bolak-balik) yang tidak memanfaatkan komponen elektronik, seperti mesin industri, peralatan rumah tangga, dan bangunan komersial. RCCB tipe ini mampu mendeteksi arus bocor AC dengan sensitivitas sekitar 30 mA pada frekuensi 50 Hz atau 60 Hz.

Namun, RCCB jenis ini kurang cocok untuk rangkaian listrik yang mengandung beban listrik non-linear. Misalnya, perangkat elektronik seperti komputer, televisi, dan lampu neon. Hal ini disebabkan beban non-linear dapat menghasilkan harmonik yang mengganggu sistem, sehingga RCCB tipe AC bisa memutus aliran listrik meski tidak ada arus bocor yang terdeteksi.

Baca juga:  √ Pengertian Listrik Statis: Manfaat, Bahaya dan Cara Mencegah

2. Tipe A (Sensitivitas Tinggi)

RCCB tipe A memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tipe AC, yaitu sekitar 10 mA. RCCB jenis ini bisa mendeteksi arus bocor baik AC maupun DC, sehingga sangat cocok untuk rangkaian listrik dengan beban non-linear dan perangkat elektronik.

Tipe A dapat memantau kebocoran arus yang terjadi pada frekuensi 50 Hz atau 60 Hz, serta arus searah (DC). Keunggulan dalam sensitivitasnya memungkinkannya untuk mendeteksi risiko lebih awal dan segera memutus aliran listrik saat terjadi kebocoran arus yang berbahaya.

3. Tipe B (Sensitivitas Ekstra Tinggi)

Tipe B memiliki tingkat sensitivitas paling tinggi dibandingkan jenis lainnya, yaitu sekitar 6 mA. RCCB jenis ini mampu mendeteksi arus bocor baik AC maupun DC, termasuk arus bocor DC dari sistem fotovoltaik dan kendaraan listrik.

Tipe B biasanya digunakan dalam sistem listrik yang membutuhkan tingkat keamanan sangat tinggi. Misalnya di rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas penelitian dimana keamanan dan perlindungan dari risiko kebocoran arus sangat penting.

RCCB tipe B dapat menangani tantangan dalam mendeteksi arus bocor DC dengan lebih efisien dibandingkan tipe lainnya. Ini memastikan perlindungan yang lebih efektif pada sistem listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan dan kendaraan listrik.

4. Tipe F (Sensitivitas Rendah)

Tipe F memiliki tingkat sensitivitas yang lebih rendah, yaitu sekitar 100 mA. Tipe ini biasanya digunakan pada rangkaian listrik yang memiliki beban listrik sangat tinggi, seperti motor listrik besar dan transformator.

RCCB tipe F dirancang khusus untuk menangani beban listrik tinggi dan kemungkinan lonjakan arus yang normal. Dengan sensitivitas yang lebih rendah, tipe F tidak akan langsung memutus aliran listrik jika terjadi gangguan arus yang kecil, namun tetap bisa melindungi keseluruhan jaringan listrik dan perangkat yang terhubung.

Penutup

Demikianlah pembahasan dari bengkeltv.id mengenai Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker). Dari penjelasan di atas, kita dapat memahami bahwa RCCB merupakan komponen vital dalam sistem listrik, yang berfungsi untuk mendeteksi dan merespons kebocoran arus dalam rangkaian listrik.

Berbagai jenis RCCB yang telah kita bahas, yaitu tipe AC, A, B, dan F, masing-masing memiliki tingkat sensitivitas dan kegunaan yang berbeda. Pemahaman terhadap perbedaan ini penting agar kita dapat memilih RCCB yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik beban listrik di tempat kita.

Selalu ingat, keselamatan dalam penggunaan listrik adalah hal yang paling utama. Penggunaan RCCB dapat membantu kita dalam mencegah risiko bahaya listrik, seperti kejutan listrik dan kebakaran. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memasang dan memelihara RCCB dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *