Pengertian Dynamic DNS

Pengertian Dynamic DNS Lengkap dengan Cara Membuatnya

Posted on

Bengkeltv.idPengertian Dynamic DNS Lengkap dengan Cara Membuatnya. Dalam era digital yang terus berkembang, istilah Dynamic DNS (Domain Name System) menjadi semakin penting dalam konteks manajemen nama domain. Dynamic DNS merupakan konsep yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan perangkat atau jaringan mereka dengan alamat IP yang berubah secara dinamis. Namun, apa sebenarnya pengertian Dynamic DNS, dan bagaimana perannya dalam mempermudah pengelolaan nama domain?

Dynamic DNS, atau DNS Dinamis, merujuk pada sistem yang memungkinkan pembaruan otomatis terhadap catatan DNS untuk mencocokkan perubahan alamat IP dinamis yang diberikan oleh penyedia layanan internet. Hal ini sangat berguna ketika pengguna memiliki alamat IP yang berubah secara teratur, seperti pada koneksi internet berbasis DSL atau kabel.

Artikel ini akan menjelaskan secara rinci pengertian Dynamic DNS, mengapa hal tersebut penting dalam konteks pengelolaan nama domain, dan bagaimana Dynamic DNS dapat menjadi solusi dinamis untuk menjembatani kesenjangan antara perubahan alamat IP dan stabilitas koneksi internet. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang konsep yang memainkan peran krusial dalam memudahkan akses dan manajemen situs web serta aplikasi online.

Pengertian Dynamic DNS

Dynamic DNS atau DDNS adalah cara untuk secara otomatis memperbarui alamat IP di sistem Nama Domain (DNS) Kalian.

Bayangkan situasi ini. Misalnya, Kalian menyediakan portal online untuk karyawan kantor Kalian. Untuk mengaksesnya, karyawan harus memasukkan URL yang terhubung ke alamat IP tertentu. Namun, alamat IP dapat berubah setiap kali ada koneksi baru.

Meskipun alternatifnya adalah menyediakan alamat IP statis, namun hal ini mahal dan memiliki risiko keamanan yang tinggi.

Solusi yang lebih ekonomis dan praktis adalah menggunakan DDNS. Dengan DDNS, portal yang Kalian buat tetap dapat diakses tanpa perlu melakukan pembaruan IP secara manual berulang kali.

Tidak hanya berguna untuk portal internal kantor, DDNS juga sering digunakan saat Kalian melakukan remote database MySQL di cPanel. Penggunaan remote database memungkinkan akses bersama ke database, bahkan saat berada di lokasi yang berbeda.

Baca juga:  Cara Menonaktifkan Indihome Sementara dengan Mudah & Cepat

Mengapa dynamic DNS penting?

Di masa lalu, alamat IP memiliki sifat statis dan jarang mengalami perubahan. Akan tetapi, ketika internet berkembang dan jumlah server, sensor pintar, serta perangkat pengguna akhir mengalami peningkatan besar, terjadi kekurangan alamat IP.

Untuk mengatasi masalah tersebut, diperkenalkanlah sistem baru yang disebut IPv6, bertujuan untuk meningkatkan jumlah alamat IP yang tersedia. Sayangnya, penggunaan alamat IP statis tidak lagi efisien dari segi biaya. Sebagai solusinya, administrator jaringan kini memanfaatkan Protokol Konfigurasi Host Dinamis (DHCP) untuk menetapkan alamat IP secara dinamis.

  • Mengapa alamat IP berubah
    Administrator jaringan umumnya mengelola sekelompok alamat IP secara bersama-sama. Mereka menyewakan atau menetapkan alamat IP kepada pengguna untuk jangka waktu tertentu atau sampai mereka memutuskan koneksi mereka. Setiap kali sebuah perangkat terhubung ke jaringan, perangkat tersebut diberikan alamat IP dinamis yang baru. Ketika perangkat tersebut keluar dari jaringan, DHCP akan mengalokasikan kembali alamat IP ke perangkat-perangkat yang masih tersisa. Oleh karena itu, alamat IP dinamis dapat mengalami perubahan secara berkala dan dengan interval yang tidak teratur.
  • Bagaimana dynamic DNS dapat membantu
    Para pengembang menggunakan nama domain untuk mengidentifikasi titik akhir aplikasi, seperti API atau instans server khusus, dalam kode mereka. Apabila catatan DNS tidak diperbarui, bug dapat terjadi ketika pengguna akhir mencoba mengakses titik akhir tersebut.

Dynamic DNS memastikan bahwa pengguna dapat terus mengakses perangkat atau layanan menggunakan nama domain tanpa perlu melacak dan memperbarui alamat IP secara manual.

Cara Kerja Dynamic DNS

Fungsi dan cara kerja DNS (Domain Name System) serta DDNS (Dynamic Domain Name System) pada dasarnya serupa, namun memiliki perbedaan. DDNS digunakan oleh perusahaan dan individu ketika ingin mengumumkan layanan atau platform online ke internet. Layanan tersebut umumnya berada di dalam jaringan atau menggunakan hosting internal.

Cara kerja DDNS melibatkan NAT router. Karena sifatnya internal, server memiliki alamat IP dan port internal dan belum terhubung dengan internet.

Bagaimana cara menghubungkan server internal dengan internet? Kita memerlukan Router Network Address Translation (NAT). NAT adalah sistem yang menghubungkan banyak server dengan jaringan internet.

NAT router akan memberikan informasi alamat IP dan port internal kita ke server. Untuk membuat keduanya dapat diakses secara eksternal, kita memerlukan port forwarding dan alamat IP serta port eksternal yang baru.

Baca juga:  Cara Setting DNS MyRepublic Tercepat dan Terbaik

Dengan cara ini, portal atau database internal kita dapat diakses oleh komputer atau klien di luar lokasi jaringan.

Namun, masalahnya adalah alamat IP eksternal sering berubah setiap kali ada koneksi baru.

Jika alamat IP berubah, klien tidak dapat mengakses server, meskipun kita sudah menggunakan DNS tercepat.

Di sinilah peran DDNS menjadi penting. DDNS akan terus memantau alamat IP eksternal. Ketika terjadi perubahan, NAT akan secara otomatis memperbarui informasi dan mengirimkannya ke server DNS. Dengan kata lain, DDNS akan terus memperbarui alamat IP server secara otomatis dan berulang kali.

Ada banyak layanan perangkat lunak DDNS yang bisa kita gunakan, seperti No-Ip, FreeDNS, atau DynDNS.

Kita hanya perlu menginstal perangkat lunak tersebut pada komputer yang kita gunakan sebagai server file atau server website.

Cara Membuat Dynamic DNS

Setelah memahami Pengertian Dynamic DNS, langkah berikutnya adalah panduan tentang cara mendaftarkan DDNS pada layanan no-ip:

  • Buka noip.com.
  • Klik “Sign Up.”
  • Isi kolom Email, Password, dan subdomain untuk hostname DDNS, lalu klik tombol “Free Sign Up” untuk mendaftar di noip – Apa itu DDNS dan Bagaimana Cara Membuatnya.

Pengertian Dynamic DNS

  • Setelah mendaftar, verifikasi email yang dikirimkan ke alamat email yang telah didaftarkan.

Pengertian Dynamic DNS

  • Untuk mengelola DDNS, masuk ke menu Dynamic DNS > No-IP Hostnames.

Pengertian Dynamic DNS

  • Agar DDNS selalu melakukan pembaruan IP publik dinamis pada komputer, unduh “Dynamic Update Client (DUC)” dari menu “Dynamic Update Client”.

Pengertian Dynamic DNS

  • Install DUC dan login menggunakan akun yang telah dibuat pada langkah ke-2.

Pengertian Dynamic DNS

  • Pilih host DDNS yang ingin dikoneksikan dengan DUC.

Pengertian Dynamic DNS

  • Pengaturan Dynamic Update Client (DUC) telah selesai, tampilan aplikasi DUC akan muncul setelah terkoneksi dengan host yang sudah dibuat pada no-ip.

Pengertian Dynamic DNS

Dengan mengikuti panduan di atas, pendaftaran dan pengaturan DDNS menggunakan no-ip telah selesai. Sekarang, Kalian telah memiliki DDNS dengan host yang sesuai dengan yang telah dibuat, misalnya, rwcoba.ddns.net. Jika IP koneksi berubah, IP DNS pada host DDNS rwcoba.ddns.net juga akan otomatis berubah sesuai dengan IP terbaru.

Manfaat Menggunakan Dynamic DNS (DDNS)

Sudah memahami Pengertian Dynamic DNS ? Dynamic Domain Name System (DDNS) kemudian menjadi alat yang sangat berguna bagi pengguna dengan jaringan internet di rumah yang ingin mengakses alamat server lokal mereka melalui internet.

Baca juga:  Cara Menggunakan Kuota Multimedia Telkomsel Menjadi Kuota Internet dengan Mudah

Dengan memanfaatkan DDNS melalui Cpanel, keuntungannya adalah setiap kali klien mengakses situs web Kalian, mereka tidak akan selalu mendapatkan alamat IP yang sama.

Layanan DDNS ini juga memungkinkan pengguna untuk menggunakan alamat IP dinamis yang diberikan oleh penyedia layanan internet di rumah, yang kemudian dapat diakses melalui internet.

Dengan menggunakan layanan ini, klien yang mengakses situs web Kalian akan selalu mendapatkan informasi terbaru tentang server lokal Kalian, termasuk pembaruan zona waktu dan lokasi.

Ini dapat membantu memastikan kinerja situs web yang lebih baik dan menyelesaikan masalah yang mungkin muncul dengan cepat.

Penutup

Dalam mengakhiri artikel dari bengkeltv.id tentang “Pengertian Dynamic DNS,” penting untuk menegaskan peran yang dimainkannya dalam mengoptimalkan koneksi internet. Dynamic DNS (Domain Name System) memungkinkan pengguna untuk mengakses perangkat atau layanan secara mudah meskipun alamat IPnya berubah secara dinamis. Dengan menghadirkan fleksibilitas ini, Dynamic DNS memainkan peran kunci dalam memudahkan akses jarak jauh, pengelolaan server, dan pemantauan perangkat secara efisien.

Kelebihan Dynamic DNS terletak pada kemampuannya untuk menyediakan alamat yang mudah diingat untuk perangkat atau layanan yang beroperasi di jaringan rumah atau kantor. Hal ini mempermudah penggunaan aplikasi berbasis web, pengelolaan kamera keamanan, atau bahkan mengakses file dari jarak jauh.

Seiring dengan perubahan dinamis IP yang umumnya diberikan oleh penyedia layanan internet, Dynamic DNS memastikan bahwa keterjangkauan dan ketersediaan layanan tetap optimal. Dengan memahami konsep ini, pengguna dapat memaksimalkan pengalaman koneksi internet mereka tanpa harus khawatir tentang perubahan alamat IP yang mungkin terjadi secara berkala.

Dengan demikian, Dynamic DNS bukan hanya sebuah konsep teknis yang kompleks, tetapi juga solusi praktis yang mendukung kemudahan akses dan pengelolaan perangkat di era konektivitas yang terus berkembang. Dengan memahami peran Dynamic DNS, kita dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam memanfaatkan sumber daya jaringan secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *