Perbedaan Arus Listrik AC dan DC

Perbedaan Arus Listrik AC dan DC : Simak Ulasan Lengkapnya

Posted on

Bengkeltv.id Perbedaan Arus Listrik AC dan DC : Simak Ulasan Lengkapnya. Memahami perbedaan antara arus listrik AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current) adalah fundamental dalam memahami prinsip-prinsip dasar listrik dan elektronika. Dalam dunia elektronik, ada dua jenis arus listrik yang umum, yakni AC dan DC, yang masing-masing memiliki karakteristik dan penggunaannya sendiri.

Dengan demikian, pemahaman yang jelas mengenai kedua jenis arus ini tidak hanya penting bagi mereka yang berkecimpung di bidang teknik listrik, tetapi juga sangat bermanfaat bagi semua orang, mengingat peran penting listrik dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan mengulas secara mendalam perbedaan antara arus listrik AC dan DC, yang akan membantu Kalian memahami bagaimana keduanya bekerja dan digunakan dalam berbagai aplikasi.

Apa itu Arus Listrik AC?

Perbedaan Arus Listrik AC dan DC

Perbedaan Arus Listrik AC dan DC, Arus listrik AC atau Arus Bolak-Balik, adalah jenis arus listrik yang besar dan berubah-ubah arahnya dengan mudah. Arus AC dihasilkan oleh generator AC dan arah aliran elektronnya dipengaruhi oleh medan magnet yang berputar di sekitar kawat. Arus listrik AC digunakan ketika ingin mentransfer energi dalam jarak yang jauh.

Di Indonesia, sumber dan distribusi arus listrik AC sepenuhnya dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Indonesia memiliki tegangan stKalianr satu fasa sebesar 220 Volt dengan frekuensi 50 Hz.

Karena hanya ada satu perusahaan yang mengelola listrik di Indonesia, setiap rumah dan bangunan di negara ini memiliki tegangan dan frekuensi listrik yang seragam.

Kelebihan arus AC

  • Kemudahan dalam Mengubah Tegangan: Arus AC dapat dengan mudah diubah tegangannya menggunakan transformator.
  • Efisiensi Tinggi dalam Transmisi Energi: Arus AC sangat efisien digunakan untuk mentransmisikan energi dari jarak jauh.

Kekurangan arus AC

  • Tidak Dapat Disimpan dalam Jangka Waktu Lama: Arus DC tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama karena kurangnya metode yang efisien untuk penyimpanan energi DC.
  • Tegangan yang Berbahaya saat Bersentuhan Langsung: Arus DC memiliki tegangan yang berbahaya jika seseorang bersentuhan langsung dengannya, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah keamanan tambahan untuk menghindari kecelakaan listrik.
Baca juga:  Penyebab Sekring Listrik Berbunyi & Cara Mengatasinya

Apa itu Arus Listrik DC?

Perbedaan Arus Listrik AC dan DC

Perbedaan Arus Listrik AC dan DC, Arus listrik DC atau Arus Searah, adalah jenis arus listrik yang mengalir dalam satu arah dengan faktor daya selalu bernilai 1. Berbeda dengan arus listrik AC, arus listrik DC tidak cocok untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh karena energinya akan melemah bahkan hilang seiring dengan peningkatan jarak. Oleh karena itu, arus listrik DC umumnya ditemukan dalam baterai.

Pada bagian sebelumnya, telah dijelaskan mengenai arus listrik AC dan arus listrik DC. Selanjutnya, kita akan mengeksplorasi perbedaan antara keduanya dalam hal keselamatan. Mari kita lihat lebih lanjut.

Beberapa orang berpendapat bahwa arus searah atau DC merupakan “listrik asli”, yaitu jenis listrik yang dapat dihasilkan secara alami oleh benda atau material di alam. Contohnya adalah muatan listrik yang terbentuk akibat gesekan antara penggaris plastik dan rambut.

Selain itu, muatan listrik yang terakumulasi dengan tegangan jutaan volt pada awalnya dan berubah menjadi petir juga termasuk contoh arus searah atau DC. Berbeda dengan arus listrik AC yang memiliki frekuensi, arus listrik DC tidak memiliki frekuensi karena tegangannya tetap konstan.

Jika tegangan tersebut memiliki potensial negatif, maka akan tetap negatif selanjutnya. Begitu pula dengan tegangan berpotensial positif, akan tetap positif selanjutnya. Berikut adalah beberapa sumber arus listrik DC yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari:

  • Adaptor AC/DC
  • Generator listrik tenaga angin sistem DC
  • Sel surya (solar cell)
  • Dinamo atau alternator pada mobil
  • Aki (accumulator)
  • Berbagai jenis baterai

Kelebihan arus DC

  • Fleksibilitas: Arus DC dapat digunakan untuk menyalakan peralatan listrik dengan tegangan rendah atau tinggi, sehingga memberikan fleksibilitas dalam penggunaan.
  • Penyimpanan Energi: Arus DC dapat disimpan dalam baterai atau aki, sehingga memungkinkan penyimpanan energi untuk digunakan di masa depan.
  • Keamanan Relatif: Arus DC menggunakan tegangan yang rendah, sehingga relatif lebih aman untuk digunakan.

Kelemahan arus DC

  • Rugi Daya pada Tegangan Tinggi: Ketika arus DC diterapkan pada tegangan yang tinggi, terjadi rugi daya yang besar terutama jika jarak antara sumber energi atau generator dengan beban yang digunakan cukup jauh.
  • Tegangan Tidak Mudah Diubah: Tegangan arus listrik DC sulit untuk diubah. Setiap tegangan harus dihasilkan oleh satu generator sendiri, sehingga memerlukan perangkat tambahan untuk mengubah tegangan jika diperlukan.

Sejarah AC DC Listrik

Pada akhir abad ke-19, terjadi persaingan sengit antara dua ilmuwan terkenal dunia, yaitu Thomas Alva Edison dan Nikola Tesla. Perseteruan mereka menjadi awal dari pengembangan arus listrik DC dan AC yang kita kenal saat ini.

Baca juga:  Tips, Cara Kirim Foto dari Android ke iPhone Lewat Bluetooth

Edison, pada awalnya, melakukan penelitian dan menemukan arus listrik DC atau searah. Ia berharap bahwa penemuan ini akan menjadi pilihan utama untuk didistribusikan ke industri dan rumah-rumah.

Meskipun arus listrik DC ini awalnya sangat membantu kehidupan manusia, namun penemuan ini masih belum sempurna. Arus listrik satu arah ini sulit untuk mengubah tegangannya dan mengirimkannya dalam jarak yang jauh juga menjadi tantangan.

Di waktu yang sama, seorang ilmuwan bernama Nikola Tesla mencoba mencari solusi atas masalah ini. Ia menemukan arus listrik bolak-balik yang kemudian kita kenal sebagai arus listrik AC. Listrik ini lebih unggul karena efisien dan dapat didistribusikan dalam jarak yang jauh.

Sejak penemuan tersebut pada akhir abad ke-18, arus listrik AC terus digunakan hingga saat ini. Tentunya, sistem keamanan terus ditingkatkan agar tidak menimbulkan kecelakaan dan hal-hal buruk lainnya.

Perbedaan Arus Listrik AC dan DC

Berikut ini adalah Perbedaan Arus Listrik AC dan DC yang diberikan dalam tabel:

Arus bolak-balikArus searah
AC mudah ditransfer untuk jarak yang lebih jauh – bahkan antara dua kota – tanpa banyak kehilangan energi.DC tidak dapat ditransfer dalam jarak yang sangat jauh. Itu kehilangan daya listrik.
Magnet yang berputar menyebabkan perubahan arah aliran listrik.Magnet yang stabil membuat arus DC dalam satu arah.
Frekuensi AC tergantung pada negara. Namun pada umumnya frekuensinya adalah 50 Hz atau 60 Hz.DC tidak memiliki frekuensi atau frekuensi nol.
Di AC aliran arus berubah arah maju dan mundur secara berkala.Itu mengalir dalam satu arah dengan mantap.
Elektron dalam AC terus berubah arah – mundur dan maju.Elektron hanya bergerak dalam satu arah – maju.

AC vs DC Ketika Kesetrum

Benar-benar berbahaya bagi pengguna ketika terkena kesetrum baik arus listrik AC maupun arus listrik DC di atas batas aman. Untuk arus listrik AC, batas aman tegangannya adalah 50 V, sedangkan untuk arus listrik DC batas aman tegangannya adalah 120 V.

Ketika terkena kesetrum arus listrik AC di luar batas, dengan frekuensi yang melebihi 50 Hz seperti pada listrik PLN, kinerja detak jantung yang biasanya berfrekuensi 1,5 Hz akan terganggu. Dalam kasus tersebut, jantung berisiko mengalami fibrilasi, yaitu detak jantung yang tidak teratur. Tingginya arus listrik AC akan mempengaruhi kinerja detak jantung.

Baca juga:  Pengertian Relay Omron: Jenis dan Cara Kerjanya Lengkap

Sementara itu, kesetrum arus listrik DC di luar batas memiliki dampak yang lebih berbahaya daripada arus listrik AC. Hal ini disebabkan karena arus listrik DC tidak memiliki frekuensi dan bergerak secara konstan, sehingga energinya terpusat. Akibatnya, ketika gelombang arus listrik DC mendekati titik nol, manusia tidak dapat melepaskan diri. Ini dapat menyebabkan kejang otot dan bahkan trauma fisik yang serius.

Namun, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa arus listrik AC lebih berbahaya 3-5 kali lipat daripada arus listrik DC pada tegangan yang sama. Dalam kondisi seperti itu, otot akan berkontraksi hingga mencapai tahap di mana seseorang dapat melepaskan diri dari arus listrik.

Di sisi lain, pada arus listrik AC, arus berubah arah 50 kali setiap detik, sehingga otot tidak dapat berkontraksi hanya ke satu arah. Otot malah akan berkontraksi bolak-balik dan mengalami kejang-kejang. Oleh karena itu, ketika seseorang menyadari keadaan tersebut, ia tidak akan dapat melepaskan diri dari kontak arus.

Jadi, AC vs DC, Mana yang Lebih Aman?

Jika dianalisis dari dua contoh kasus di atas, arus listrik AC lebih berbahaya daripada arus listrik DC saat nilai arusnya rendah. Namun, arus listrik DC lebih berbahaya dibandingkan dengan arus listrik AC jika nilai tegangannya rendah.

Penutup

Sebagai penutup, perlu diingat bahwa Arus Listrik AC dan DC memiliki perbedaan yang signifikan. AC (Arus Bolak-balik) memiliki sifat bolak-balik dan digunakan dalam skala yang lebih besar seperti pabrik dan jaringan listrik nasional, sementara DC (Arus Searah) memiliki sifat tetap dan lebih banyak digunakan dalam aplikasi rumahan dan elektronik.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, dan pengetahuan yang tepat tentang perbedaan ini penting dalam menentukan mana yang terbaik untuk digunakan dalam berbagai situasi. Dengan memahami karakteristik dan perbedaan arus listrik AC dan DC, kita dapat menggunakan energi listrik dengan lebih efisien dan aman.

Akhirnya, meskipun AC dan DC berbeda dalam berbagai hal, mereka tetap menjadi dua elemen fundamental yang membentuk dasar teknologi listrik dan elektronik yang kita gunakan setiap hari. Demikianlah ulasan dari bengkeltv.id mengenai Cara Setting Remote Receiver Tanaka, semoga informasi yang telah disampaikan dapat membantu kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *