Cara Memasang LNB Parabola

Panduan Mudah Cara Memasang LNB Parabola (2 LNB & 1 LNB)

Posted on

Bengkeltv.idPanduan Mudah Cara Memasang LNB Parabola (2 LNB & 1 LNB). Di era digital yang serba canggih ini, televisi masih menjadi salah satu sumber hiburan dan informasi yang tak lekang oleh waktu. Kualitas tayangan yang semakin berkembang membuat banyak orang tidak ingin ketinggalan menikmati siaran televisi dengan kualitas terbaik.

Salah satu komponen penting untuk menangkap siaran televisi satelit dengan kualitas yang optimal adalah LNB (Low Noise Block) pada antena parabola. Untuk itu, dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai “Cara Memasang LNB Parabola” dengan langkah-langkah yang mudah dipahami.

Mungkin Kalian bertanya-tanya, apa sih LNB itu? Dan bagaimana caranya memasangnya pada antena parabola? Tenang, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab dalam artikel ini. LNB adalah komponen yang berfungsi untuk menerima dan memperkuat sinyal yang diterima oleh antena parabola sebelum disalurkan ke receiver. Dengan memasang LNB dengan benar, Kalian akan dapat menikmati tayangan televisi satelit dengan kualitas gambar dan suara yang jernih.

Mari kita selami lebih lanjut mengenai langkah-langkah memasang LNB pada antena parabola Kalian agar pengalaman menonton televisi menjadi lebih memuaskan.

Mengenai LNB (Low Noise Block)

Low Noise Block, yang sering dikenal dengan singkatan LNB, merupakan sebuah perangkat penting yang berfungsi untuk menerima sinyal satelit yang lemah. Alat ini memiliki peran krusial dalam mengumpulkan sinyal-sinyal tersebut ke satu titik fokus melalui pantulan parabola, lalu mengirimkannya ke perangkat penerima lainnya, seperti receiver TV.

Agar dapat secara efektif mengumpulkan sinyal dari satelit, LNB harus diposisikan pada arah yang tepat untuk menangkap pancaran gelombang sinyal satelit. Untuk menentukan arah ini, biasanya digunakan alat bantu seperti penggaris busur atau alat sejenis. Proses penentuan arah ini umumnya dilakukan oleh teknisi yang ahli dalam pemasangan parabola.

Ada beragam jenis LNB yang tersedia di pasaran, namun perlu dicatat bahwa setiap jenis LNB biasanya hanya kompatibel dengan satu band frekuensi tertentu, seperti S-Band, C-Band, atau Ku-Band. Setiap band frekuensi ini memerlukan resonator yang berbeda agar LNB dapat berfungsi dengan maksimal.

1. LNB C-Band

LNB C-Band dirancang khusus untuk menerima sinyal dengan frekuensi yang berkisar antara 3,4 GHz hingga 4,2 GHz. Di pasaran, ada dua jenis LNB C-Band, yaitu LNB C-Band stKalianr dan LNB C-Band V/H yang memiliki fungsi lebih luas. Beberapa contoh receiver parabola yang menggunakan LNB C-Band adalah Matrix Mini Apple Mpeg2, Orange TV, Philsat Messi PL 101 mpeg 4, dan lain-lain.

Baca juga:  Rangkaian Setrika Listrik : Pembahasan Secara Lengkap

2. LNB Ku-Band

LNB Ku-Band memiliki spesifikasi untuk menangkap sinyal dengan frekuensi antara 10,7 hingga 12,75 GHz. Ada dua jenis LNB Ku-Band, yaitu LNB Ku-Band Offset dan LNB Ku-Band Prime Focus. Contoh receiver yang dapat menggunakan LNB Ku-Band adalah Orange TV, K VISION K1200, Tanaka Jurassic T22 HD, serta merek lain yang mendukung penggunaan LNB Ku-Band atau C-Band.

3. LNB S-Band

LNB S-Band umumnya digunakan pada parabola TV berbayar. Di Indonesia, LNB jenis ini biasanya digunakan untuk menerima sinyal dari Satelit SES 7 yang berada pada posisi 108,2°E. Sebagai tambahan, receiver parabola yang menggunakan LNB S-Band memiliki variasi jenis yang berbeda, termasuk yang dikhususkan untuk menerima saluran gratis (Free to Air) atau saluran berbayar.

Cara Memasang LNB Parabola

Cara Memasang LNB Parabola, langkah pertama yang harus diperhatikan ketika menginstal LNB adalah menentukan posisi atau lokasi LNB di titik fokus pada dish parabola. Menempatkan LNB di titik fokus ini bisa jadi mudah atau bisa juga menjadi tantangan. Akan tetapi, apabila setelah LNB terpasang, sinyal satelit yang diterima kurang optimal atau bahkan tidak ada sinyal sama sekali, situasi ini dapat menjadi masalah yang rumit untuk dipecahkan.

a. Cara Memasang LNB Parabola Memakai 2 LNB

Pemasangan 2 LNB pada antena parabola umumnya bertujuan untuk menangkap 2 sinyal satelit, yaitu Palapa dan Telkom. Berikut adalah cara memasang 2 LNB:

1. Saat memasang LNB, penting untuk memastikan bahwa angka 0 yang berada di bagian atas LNB berada dalam posisi lurus atau sejajar antara LNB 1 dan LNB 2. LNB 1 biasanya dipakai untuk menangkap sinyal satelit Palapa dan memiliki 2 konektor. Penempatannya ada di sisi barat.

Sementara itu, LNB 2 bertujuan untuk menangkap sinyal satelit Telkom dan hanya memiliki 1 konektor. Penempatannya ada di sisi timur.

Dengan menempatkan LNB pada posisi yang tepat, diharapkan sinyal yang diterima bisa optimal dan menghasilkan gambar yang tajam di receiver TV.

2. Perhatikan juga penyesuaian jarak antara LNB 1 dan LNB 2, harus ada jarak yang tepat, tidak terlalu dekat maupun terlalu jauh. Jarak antara kedua LNB biasanya disesuaikan dengan ukuran dish. Misalnya, untuk dish berukuran 6 kaki, jarak antara LNB 1 dan LNB 2 bisa diatur lebih dekat, sedangkan untuk dish berukuran 8 kaki, jaraknya bisa diatur lebih lebar.

Penting untuk mengatur jarak agar sinyal yang diterima maksimal. Sebagai contoh, pada dish berukuran 6 kaki, jarak dari ujung posisi titik penempatan LNB sekitar 0,5 hingga 1,5 cm, sedangkan pada dish berukuran 8 kaki sekitar 1,5 hingga 2,5 cm.

Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, diharapkan pemasangan LNB akan optimal dan menghasilkan kualitas sinyal yang baik pada receiver TV.

3. Selanjutnya, atur ketinggian posisi LNB, biasanya diatur pada kisaran 38 hingga 40. Setelah dish dan LNB terpasang dengan baik, langkah selanjutnya adalah memasang antena pada tiang penyangga.

Baca juga:  Rekomendasi Booster Antena TV Terbaik & Tips Membelinya

Setelah antena terpasang, kencangkan bautnya, tetapi jangan terlalu kencang agar memudahkan dalam tracking sinyal nantinya.

b. Cara Memasang LNB Parabola Memakai 1 LNB

1. Untuk menginstal LNB parabola yang hanya menggunakan 1 LNB pada titik fokus, Kalian dapat memanfaatkan bracket LNB. Bracket ini akan dipasang pada tiang penyangga sehingga posisinya berada di tengah, yaitu pada posisi titik fokus.

Setiap LNB memiliki indikator arah pemasangan yang terletak di bagian atas LNB, yang berguna untuk mengarahkan LNB ke angka 0 (umumnya ke arah barat atau timur).

Dengan memasang LNB dengan benar dan mengikuti indikator arah pemasangan, diharapkan LNB akan menerima sinyal dengan optimal dan menghasilkan gambar yang jelas di receiver TV.

2. Pada bagian bawah LNB, terdapat petunjuk mengenai kedalaman pemasangan LNB di bracket, yang bertujuan untuk menyesuaikan titik pantulan sinyal dari dish.
Kedalaman pemasangan LNB dapat disesuaikan berdasarkan kekuatan sinyal yang diterima. Namun, untuk LNB KU Band, petunjuk ini tidak berlaku, terutama untuk arah timur atau barat.

Posisi yang tepat untuk LNB KU Band adalah dengan mengarahkan konektor ke arah utara. Dengan mematuhi petunjuk pemasangan dengan benar, diharapkan LNB akan menerima sinyal secara optimal dan menghasilkan gambar yang jernih di receiver TV.

3. Selanjutnya, saat memasang LNB parabola, perhatian khusus harus diberikan pada kabel koaksial, terutama saat pemasangannya. Ini sangat penting saat memasang konektor untuk dihubungkan ke LNB atau ke receiver. Pastikan bahwa serabut kabel tidak menyentuh kabel inti, hal ini penting agar tidak terjadi kontak antara kabel inti dan konektor selama proses pemasangan konektor ke kabel koaksial.

Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, diharapkan kabel koaksial yang terpasang akan mampu menerima sinyal dengan baik dan menghasilkan gambar yang jelas di receiver TV.

Cara Memasang LNB Parabola 2 LNB Untuk 1 Receiver

Selain membutuhkan 2 unit LNB C Band, Kalian juga harus menggunakan komponen switch sinyal untuk mengendalikan fungsi LNB Parabola. Berikut adalah langkah-langkah dalam memasang Parabola dengan 2 LNB untuk 1 receiver:

  • Gunakan scalar ring atau dudukan LNB yang dilengkapi dengan dua lubang.
  • Pastikan bahwa angka nol pada LNB tepat mengarah ke Barat. Untuk dua LNB, posisikan angka nol agar berhadapan atau saling berkebalikan, yaitu mengarah ke Barat dan Timur.
  • Atur jarak antara kedua LNB, sekitar 4 cm. Namun, perlu diingat bahwa jarak ini bisa bervariasi tergantung pada diameter Parabola yang Kalian gunakan.
  • Pasang switch sinyal dan lakukan pengaturan yang diperlukan.

Dengan memastikan poin-poin di atas, diharapkan pemasangan dua LNB pada parabola akan berfungsi secara optimal dan menghasilkan kualitas sinyal yang baik untuk receiver TV Kalian.

Cara Melakukan Tracking Satelit

Setelah Kalian menerapkan cara memasang LNB Parabola, langkah selanjutnya adalah melakukan pelacakan (tracking) satelit dengan mengatur receiver pada salah satu saluran yang memiliki sinyal kuat.

Kemudian, tekan tombol “Info” pada remote kontrol atau temukan layanan “Info” di menu. Melalui langkah ini, Kalian akan memperoleh informasi detil mengenai sinyal satelit, seperti kekuatan dan kualitas sinyal.

Baca juga:  Cara Menyambungkan TV Coocaa ke Speaker Aktif dengan Baik dan Benar

Informasi ini akan menunjukkan apakah sinyal satelit sudah cukup kuat atau masih memerlukan peningkatan. Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, diharapkan pelacakan satelit dapat dilakukan dengan lancar dan menghasilkan sinyal yang baik di receiver TV.

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan tracking satelit:

1. Aturlah posisi dari dish yaitu tegak lurus keatas.

Lalu, condongkan secara bertahap ke arah selatan (sebagai langkah awal untuk mencari sinyal satelit Palapa). Pilih satu saluran informasi pada receiver yang terdapat di satelit Palapa, sebagai contoh, saluran RCTI.

2. Setelah itu, geser dish secara perlahan ke arah timur dan barat sambil memperhatikan kualitas sinyal yang ditangkap pada layar TV.

Atur bagian mounting dengan gerakan pelan ke arah utara, tetapi hindari memutarnya secara berlebihan. Selanjutnya, sesuaikan sudut kemiringan pada jalur timur ke barat sambil memastikan satelit Palapa berada sedikit mengarah ke timur.

Ini merupakan langkah awal dalam mencari sinyal Palapa, sebelum beralih fokus ke satelit Telkom setelah sinyal terkuat terdeteksi. Kemudian, gerakkan dish secara horizontal dengan memutar bagian mounting dan menyesuaikan ketinggian LNB.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dengan cermat, diharapkan proses tracking satelit dapat berjalan lancar dan menghasilkan kualitas sinyal yang memuaskan pada receiver TV.

3. Setelah mendapatkan sinyal yang bagus dari satelit Palapa

Selanjutnya, lakukan tracking menuju satelit Telkom. Di tahap ini, tidak perlu menggerakkan antena lebih jauh, cukup lakukan penyesuaian ringan saja.

Jika Kalian mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan fokus antara satelit Palapa dan Telkom, cobalah untuk memeriksa pengaturan 22K pada receiver. Pada menu pengaturan 22K untuk Palapa, pilih opsi nonaktif atau ‘off’, sementara untuk satelit Telkom, pilih opsi ‘NO’ atau aktifkan.

Dengan memastikan pengaturan tersebut, diharapkan proses tracking satelit bisa berlangsung lebih mudah dan menghasilkan kualitas sinyal yang baik untuk receiver TV Kalian.

4. Setelah semua selesai

Setelah berhasil memperoleh sinyal yang maksimal dan gambar yang lancar tanpa hambatan, pastikan untuk mengencangkan semua baut pengunci agar posisi antena tetap stabil dan tidak bergeser akibat terpaan angin.

Penutup

Sebagai kesimpulan, memahami cara memasang LNB pada parabola dengan tepat adalah langkah krusial dalam menikmati siaran televisi satelit dengan kualitas terbaik. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan, dari pemilihan LNB yang sesuai, penyetelan posisi parabola, hingga pengaturan koneksi kabel, Kalian dapat memastikan penerimaan sinyal yang optimal.

Penting untuk selalu memeriksa petunjuk pemasangan dari produsen dan berhati-hati dalam setiap langkah pemasangan untuk menghindari kerusakan pada perangkat. Selain itu, meminta bantuan teknisi profesional juga bisa menjadi opsi yang bijaksana jika Kalian merasa kurang yakin dalam melakukan pemasangan sendiri.

Semoga artikel dari bengkeltv.id bisa menjadi panduan yang berguna dan membantu Kalian dalam memahami cara memasang LNB parabola dengan benar dan efisien. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *