Cara Memperbaiki Power Supply TV

Cara Memperbaiki Power Supply TV (All Type) : Mudah Dilakukan

Posted on

Bengkeltv.idCara Memperbaiki Power Supply TV (All Type) : Mudah Dilakukan. Power supply atau sumber daya adalah elemen vital dari setiap perangkat elektronik, termasuk televisi. Tanpa ini, televisi Kalian tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, atau dalam beberapa kasus, tidak berfungsi sama sekali. Ketika power supply mengalami kerusakan, tentu ini bisa menjadi masalah serius. Namun, Kalian tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk memperbaiki power supply TV Kalian sendiri di rumah.

Dalam artikel ini, kami akan membahas secara rinci mengenai “Cara Memperbaiki Power Supply TV.” Mari kita dalami lebih jauh, langkah demi langkah, bagaimana kita bisa menjadi ‘dokter’ sendiri untuk TV di rumah kita.

Pengertian Power Supply Pada TV

Power supply, dalam konteks televisi, adalah serangkaian komponen elektronik yang memiliki tugas utama untuk menyediakan arus listrik kepada berbagai bagian dari perangkat televisi itu sendiri. Power supply memiliki kemampuan untuk mengubah beragam jenis energi, seperti energi matahari, mekanik, atau kimia, menjadi energi listrik yang dapat digunakan oleh perangkat elektronik.

Dalam operasionalnya, setiap perangkat elektronik memerlukan sumber tegangan listrik yang beragam, yang ditentukan oleh kebutuhan khusus perangkat tersebut. Misalnya, bagi IC dan transistor, mereka memerlukan tegangan DC yang rendah, sementara untuk CRT dan alat lainnya, tegangan DC yang tinggi adalah yang diperlukan.

Power supply pada televisi memiliki karakteristik khusus. Tegangan yang dihasilkannya digunakan untuk memberikan daya kepada berbagai komponen dalam rangkaian televisi, seperti rangkaian output horizontal, rangkaian output video, rangkaian vertikal, rangkaian audio, bahkan rangkaian digital yang bertugas untuk pemrograman saluran.

Fungsi Power Supply

Power supply memiliki beragam peran penting dalam memenuhi kebutuhan listrik berbagai perangkat. Fungsi-fungsi ini mencakup penyesuaian tegangan naik atau turun, konversi energi menjadi arus searah, serta pengendalian daya untuk mencapai output tegangan yang lebih stabil.

Untuk memberikan gambaran lebih rinci, berikut ini beberapa fungsi dari power supply selain sebagai penyedia energi dan daya untuk perangkat elektronik:

Mengendalikan arus listrik agar tidak melebihi batas maksimum yang dapat ditangani oleh perangkat.

Berperan sebagai sumber daya cadangan dalam bentuk baterai. Salah satu contoh fungsi ini adalah pada UPS (Uninterruptible Power Supply), yang dirancang untuk mencegah pemadaman listrik mendadak ketika sumber energi utama terputus.

Mengubah arus tegangan tinggi AC (Alternating Current) menjadi arus tegangan rendah DC (Direct Current).

Cara Kerja Power Supply

Mekanisme kerja power supply cukup simpel. Ketika Kalian mengaktifkan power pada komputer, power supply akan melakukan serangkaian pengecekan dan pengujian sebelum memulai sistem komputer.

Baca juga:  Cara Membuat Rangkaian Power Supply yang Efesien

Jika proses pengujian berlangsung lancar, power supply akan mengirimkan sinyal ke motherboard sebagai indikasi bahwa sistem komputer siap untuk dioperasikan. Setelah itu, power supply akan mendistribusikan energi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan masing-masing komponen.

Power supply tidak hanya bertugas menyuplai energi listrik, tetapi juga berperan dalam menjaga kestabilan arus listrik yang dialirkan ke berbagai komponen. Oleh karena itu, pentingnya peran power supply hampir setara dengan CPU pada komputer, yang sering dijuluki sebagai “otak” dari komputer.

Komponen Power Supply

Untuk memastikan penyaluran tegangan listrik yang berhasil pada suatu perangkat, diperlukan beberapa komponen pendukung. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Transformator: Komponen ini digunakan untuk memindahkan energi listrik antara beberapa rangkaian listrik melalui induksi elektromagnetik.
  • Dioda: Ini adalah gabungan dari kata ‘elektroda’ (anoda dan katoda) yang bertugas untuk mengalirkan arus pada tegangan maju dan menghalangi arus pada tegangan balik.
  • Resistor: Ini adalah komponen yang digunakan untuk menurunkan, membagi, dan membatasi arus listrik yang masuk pada perangkat.
  • Kapasitor: Ini adalah elemen yang berfungsi untuk mengubah tegangan arus AC menjadi DC.
  • IC Regulator: Komponen ini digunakan untuk mengatur tegangan elektronik agar memastikan stabilitas pada suatu perangkat.

Cara Memperbaiki Power Supply TV

Untuk memperbaiki power supply TV, Kalian dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

Rangkaian Pada Power Supply

Memahami Cara Memperbaiki Power Supply TV, dalam konteks teknologi televisi, bisa menjadi lebih mudah jika kita memahami skema rangkaian TV secara lengkap. Melalui skema ini, berbagai masalah, termasuk kerusakan komponen atau spesifikasi komponen yang tidak biasa, dapat diatasi dengan lebih mudah.

Rangkaian power supply atau regulator TV bisa kita bagi menjadi empat bagian utama, yaitu:

1. Rangkaian Input Jala Jala Listrik

Bagian ini melibatkan beberapa komponen seperti:

  • Steker dan kabel
  • Saklar On / Off
  • Fuse (sekring)
  • Kapasitor bank
  • Induktor filter

Steker dan kabel berfungsi untuk menghubungkan sumber listrik ke saklar pada televisi, sementara saklar digunakan untuk memutus atau menghubungkan aliran listrik.

2. Rangkaian Penyearah Pada Power Supply TV

Bagian ini mencakup beberapa elemen seperti:

  • Rangkaian kumparan pendegauss
  • Penyearah tegangan
  • Slow star dan kapasitor tapis

Keluaran akhir dari rangkaian jala-jala adalah induktor, yang kemudian mengarah ke kumparan pendegaussing dan rangkaian penyearah.

a. Rangkaian Pendegauss

Rangkaian TV terdiri dari tiga elemen utama, yakni kumparan pendegauss, termistor, dan resistor penurun arus untuk kumparan. Kumparan dibuat dari kawat email dengan variasi jumlah lilitan dan dipasang di belakang tabung televisi.

Perannya adalah untuk mengeliminasi sifat magnet permanen dari masker bayangan besi yang menahan tabung televisi. Termistor adalah jenis resistor yang sensitif terhadap panas dan berfungsi untuk membatasi aliran arus listrik ketika saklar dalam posisi On.

Ketika arus listrik melewati kumparan dan termistor, termistor akan memanas dan resistansinya meningkat. Hal ini menyebabkan arus listrik tidak mengalir kembali ke kumparan pendegauss, sehingga kumparan hanya beroperasi sejenak sebelum termistor memanas.

b. Kapasitor Tapis

Pada rangkaian penyearah, digunakan empat diode yang diatur dalam konfigurasi jembatan. Di setiap diode tersebut, terpasang sebuah kapasitor untuk menyaring tegangan AC. Melalui sistem ini, tegangan yang telah diseragamkan oleh diode kemudian disaring oleh kapasitor power dengan kapasitas berkisar antara 100 uf / 450 v DC.

Baca juga:  Bisskey CNN Indonesia dan CNBC Indonesia Terbaru & Terlengkap

Tegangan yang dihasilkan dari sumber ini kemudian dijadikan sebagai sumber utama dalam rangkaian power supply dan dialirkan ke rangkaian penguat power supply.

c. Rangkaian Slow Star

Pada rangkaian slow start, biasanya kita akan menemukan resistor dengan nilai antara 4,7 ohm / 10 watt sampai 39 ohm / 15 watt. Beberapa rangkaian juga dilengkapi dengan relay untuk melindungi resistor dari kerusakan.

Pemasangan resistor slow start ini memiliki tujuan khusus, yaitu untuk membatasi laju pengisian kapasitor daya sehingga pengisian tidak berlangsung terlalu cepat. Hal ini penting karena jika pengisian berlangsung terlalu cepat, beban listrik bisa menjadi berlebihan dan berakibat pada penurunan atau pembalikan pada meteran listrik MCB (kondisi ini biasanya terjadi pada meteran listrik dengan daya 450 watt).

3. Rangkaian Penguat Power Supply dan Osilator

Rangkaian ini dibentuk dari sebuah osilator dan transistor penguat. Dalam beberapa model televisi, kedua elemen ini telah terintegrasi dalam satu IC yang dikenal sebagai STR (singkatan dari transistor penguat dan osilator power supply).

Fungsi dari STR ini adalah untuk menjaga stabilitas tegangan output dari transcooper, sehingga variasi pada tegangan input dari jaringan listrik tidak mempengaruhi kualitas outputnya.

4. Rangkaian Output Power Supply

Rangkaian ini menjadi bagian akhir dan proses penyelesaian final dalam power supply TV. Jika rangkaian ini bekerja dengan efisien, maka tegangan yang dibutuhkan oleh berbagai komponen dalam rangkaian televisi akan tersedia. Oleh karenanya, power supply menentukan awal dan akhir dari operasional sebuah perangkat televisi.

Kerusakan Pada Power Supply TV

Cara Memperbaiki Power Supply TV, pertama perlu memahami bahwa lampu indikator yang tidak menyala bisa menunjukkan kerusakan pada blok rangkaian power supply, meskipun tidak semua kondisi lampu indikator mati disebabkan oleh kerusakan pada bagian power supply.

Jadi, sebelum menyimpulkan bahwa bagian power supply yang rusak, lepaskan terlebih dahulu jumper yang menghubungkan tegangan output 115 volt ke kaki kolektor transistor horizontal.

Berikut beberapa akibat kerusakan power supply:

  • TV mati total, sekring putus, sekring tak putus tetapi MCB turun.
  • TV mati total, sekring tak putus tetapi tegangan output hilang.
  • TV hidup, tetapi setelah beberapa waktu (menit/jam), TV mati sendiri dan lampu indikator padam.

Berikut penjelasan setiap akibat kerusakan power supply:

1. TV Mati Total, Sekring Putus atau Tidak Putus Tetapi MCB Turun

Saat menangani televisi yang mati total dengan sekring yang putus, dianjurkan untuk berlaku hati-hati dan tidak langsung menggantikan sekring dan menyalakan kembali televisi.

Biasanya, terdapat alasan lain yang membuat sekring menjadi putus, jadi sangat penting untuk memeriksa terlebih dahulu komponen-komponen di dalam rangkaian power supply yang berkaitan dengan sekring.

Gunakanlah multitester dalam mode ukuran ohm meter untuk mengidentifikasi komponen yang mengalami kerusakan, atau lakukanlah pengukuran tegangan dengan cara memutus beberapa bagian jalur listrik secara langsung.

Beban berlebih pada rangkaian power supply biasanya adalah penyebab utama dari sekring yang putus.

  • Cara mengatasinya : Lakukanlah pengukuran terhadap semua komponen yang diduga rusak. Caranya, potong jalur yang mengarah ke transcooper dan transistor power supply dengan melepaskan timah. Setelah itu, pasang sekring kembali dan nyalakan televisi.
Baca juga:  Rekomendasi Printer Multifungsi Wireless Terbaik Saat Ini

Jika sekring putus lagi, maka kerusakan berada pada rangkaian sebelumnya, seperti diode penyearah, kapasitor bank, NTC dan komponen terkait lainnya.

Langkah selanjutnya, lepaskan pengecoran pada jumper dan pastikan tidak ada hubungan dengan rangkaian berikutnya. Jika masih ada koneksi, kita tidak bisa menentukan bagian mana yang rusak. Setelah pengecoran jumper dilepaskan, pasanglah kembali sekring dan sambungkan ke sumber listrik.

Apabila sekring tidak putus dan tegangan C507 pada kapasitor filter menunjukkan sekitar 250 DC, ini menKaliankan adanya kerusakan pada rangkaian berikutnya.

Kerusakan mungkin terjadi pada transistor penguat power supply. Setelah menemukan komponen yang rusak, gantilah. Perlu diperhatikan bahwa komponen pengganti harus memiliki spesifikasi yang sama persis dengan komponen yang rusak.

2. TV Mati Total, Sekring Tidak Putus Tetapi Tegangan Output Tidak Ada

Komponen yang biasanya sering mengalami kerusakan pada televisi, selain sekring, adalah resistor lambat. Tetapi jika kedua komponen tersebut tidak mengalami kerusakan, maka kemungkinan kerusakan bisa terjadi pada:

  • Osilator power supply
  • Penyuplai 12 volt DC untuk osilator
  • Kontrol On / Off dan program IC
  • Resistor 220 kOhm, transistor driver, dan komponen pendukung lainnya.

Apabila salah satu dari komponen tersebut rusak, maka osilator power supply tidak akan bekerja dengan optimal dan berdampak pada performa televisi.

Untuk itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa semua komponen pada osilator power supply berfungsi dengan baik sebelum melakukan pengisian tegangan dan mengaktifkan televisi.

Begitu pula dengan:

  • Resistor dengan hambatan tinggi (di atas 100 kOhm)
  • Optokopler
  • Transistor driver

3. TV Hidup Namun Setelah Beberapa Menit / Jam Mati Sendiri, Indikator Mati

Rangkaian yang menggunakan STR dalam power supply televisi kerap kali menemui masalah. Akan tetapi, ini justru memudahkan dalam menentukan lokasi kerusakan karena rangkaian osilator power telah terintegrasi.

Jika terjadi kerusakan, cukup menggantikan STR dan memeriksa apakah ada kaki STR yang rusak pada bagian solderannya. Kerusakan semacam ini biasanya sering terjadi pada televisi dari merek Polytron, Sharp, LG, dan lainnya yang menggunakan STR dalam power supply mereka.

Penutup

Demikianlah rangkaian penjelasan mengenai “Cara Memperbaiki Power Supply TV”. Setiap langkah dan penjelasan di atas bertujuan untuk membantu Kalian mengatasi masalah yang sering terjadi pada bagian power supply televisi. Ingatlah bahwa perbaikan harus dilakukan dengan hati-hati dan pengetahuan yang tepat untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Terlepas dari kerusakan yang terjadi, selalu bijaksana untuk memahami bagaimana komponen-komponen bekerja dan berinteraksi satu sama lain dalam power supply. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat lebih efisien dalam mendeteksi dan memperbaiki masalah yang ada.

Namun, jika Kalian merasa ragu atau tidak yakin dalam melakukan perbaikan, sebaiknya hubungi teknisi profesional untuk menghindari risiko kerusakan lebih parah. Karena setiap kerusakan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan tingkat kerusakannya.

Semoga artikel dari bengkeltv.id ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan tambahan kepada Kalian tentang cara memperbaiki power supply TV. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *