Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR

Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR beserta Spesifikasi Lengkapnya

Posted on

Bengkeltv.idSkema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR beserta Spesifikasi Lengkapnya. Membahas dunia audio dan teknologi terkini, tidak lengkap rasanya jika tidak menyentuh produk keluaran tanah air yang satu ini, Regulator Speaker Aktif Polytron XBR. Dalam artikel ini, kita akan mencoba mengulas lebih mendalam tentang Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR yang telah berhasil mencuri perhatian para penggemar audio di Indonesia.

Dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan dan teknologi canggih, produk ini menawarkan pengalaman mendengarkan musik yang tak tertandingi. Dari desain yang elegan hingga kualitas suara yang memukau, ada banyak alasan mengapa Speaker Aktif Polytron XBR patut menjadi Kalianlan Kalian dalam menikmati hiburan audio. Mari kita selami lebih jauh apa yang membuat Speaker Aktif Polytron XBR ini begitu istimewa.

Skema regulator speaker aktif Polytron XBR pas 68

Untuk sebagian orang yang sudah cukup mengerti tentang ranah ini, mungkin skema regulator speaker aktif Polytron XBR tampak sederhana untuk dipahami.

Namun, untuk mereka yang masih belum terbiasa dengan dunia ini, topik tersebut bisa jadi tampak rumit. Maka dari itu, kami akan menyajikan secara detail skema regulator speaker aktif dari produk ini di sini, yaitu:

Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR

1. Skema regulator dari speaker aktif Polytron XBR

Dengan memperhatikan skema regulator di atas, jelas bahwa setiap elemen elektronik di dalamnya memegang peran tertentu. Sebagai pengetahuan tambahan, berikut ini adalah fungsi dari setiap komponen elektronik tersebut:

  • C518, LS03, dan R525 berfungsi sebagai penentu frekuensi kerja power supply pada speaker aktif Polytron.
  • R527, C519, T508, dan T509 bertindak sebagai sistem pengaman yang beroperasi dengan mendeteksi tegangan pada R-Source. Dengan demikian, saat terjadi beban berlebih pada komponen tersebut, power supply akan segera memutus aliran listrik tanpa merusak bagian mosfet.
  • R533 berfungsi sebagai resistor startup, nilainya akan menyesuaikan dengan jenis mosfet yang dipasang pada produk tersebut.
  • C519 dan C517 berperan sebagai kapasitor yang mengatur durasi mosfet dalam kondisi on, sehingga semakin tinggi nilainya, maka akan semakin lama trafo mengisi daya.
  • D514 dan R524 bertindak sebagai pengebat tegangan output yang rendah pada power supply.
  • R528, R529, R530, dan R531 berperan sebagai resistor kunci pada speaker aktif Polytron.
  • D516 dan D517 berfungsi sebagai proteksi agar power supply tidak mengalami lock ketika baru di-startup.

2. Skema power supply speaker aktif pas 68

Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR

Walaupun skema ini tampak cukup berbeda dibandingkan dengan yang telah kita jelaskan sebelumnya, masih ada beberapa komponen di dalam skema ini yang sama, sehingga fungsi mereka tidak banyak berbeda dengan yang sudah kita bahas sebelumnya. Maka dari itu, sekarang Kalian hanya perlu memahami skema power supply speaker aktif pas 68 ini.

Baca juga:  Cara Mencari Siaran Mentari TV Hilang Dengan Mudah

Komponen-komponen penting di bagian primer

1. D516 dan D517

Dioda ini berperan saat awal startup power supply untuk mencegah latch atau penguncian. Jika dioda ini mengalami kerusakan, maka power supply akan sulit untuk dimulai.

Meskipun masih bisa diaktifkan, namun akan ada semacam pemanasan terlebih dahulu, disertai suara “ngiiing” yang panjang sebelum akhirnya stabil. Sedangkan pada kondisi normal, hanya akan terdengar suara “ngik” pendek sebelum stabil.

2. R528, R529, R530 dan R531

Resistor-resistor ini sering disebut sebagai R-source. Nilai resistor ini sangat penting sebab nilainya tergantung pada Rdson dari mosfet yang digunakan. Oleh karena itu, ketika mengganti mosfet dengan tipe yang berbeda, nilai resistor ini juga harus diubah. Dengan mengubah nilai resistor ini, tidak harus menggunakan mosfet dengan tipe yang sama seperti sebelumnya.

Jika total nilai resistor ini meningkat atau terlalu besar, maka efeknya adalah pada keluaran tanpa beban akan normal, tetapi saat diberi beban keluaran akan turun drastis meskipun dipaksa on, dan kemampuan daya menurun.

Sementara itu, jika nilai resistor terlalu kecil, maka mosfet akan lebih panas sehingga mosfet tidak akan awet. Idealnya, nilai resistor ini harus sama dengan nilai Rdson dari mosfet yang akan digunakan. Misalnya, jika akan digunakan mosfet dengan Rdson 200miliOhm, maka nilai resistor yang sesuai akan sekitar 200miliOhm (0,2 ohm). Untuk melihat nilai Rdson, dapat dilihat pada datasheet dari mosfet yang akan digunakan.

3. D514 dan R524

Dioda zener biasanya memiliki nilai sekitar 2V1 (pada skema 3V3), dan ketika diukur dengan ohm meter akan terbaca adanya kebocoran resistansi, hal ini normal mengingat rendahnya nilai zener.

Fungsi dari zener dan resistor ini adalah sebagai pembatas tegangan keluaran terendah dari power supply, terutama ketika power supply masuk ke dalam mode standby (misalnya ketika kaki C dan E optocoupler dishortkan).

4. C519 dan C517

Kapasitor C517 dan C519 memainkan peran sebagai regulator durasi mosfet dalam kondisi ON (mengisi magnet trafo dalam satu siklus). Jika nilai kapasitor C517 dan C519 bertambah besar, waktu pengisian trafo akan lebih panjang, dan beban kerja mosfet pun akan bertambah berat. Akan tetapi, output daya power supply akan bertambah besar. Sebaliknya, jika nilai kapasitor-kapasitor tersebut mengecil, kerja mosfet menjadi lebih ringan, power supply menjadi lebih berisik dan lebih lemah.

Namun, apabila nilai kapasitor terlalu tinggi, waktu pengisian magnet trafo akan semakin lama dan lambat, yang dapat berakibat kerusakan pada mosfet dengan cepat.

Nilai kapasitor C519 yang lebih besar akan membuat respons sensor arus menjadi lebih lambat, sehingga mosfet akan berada dalam kondisi ON lebih lama (pengisian trafo dalam satu siklus menjadi lebih lama). Efek yang sama akan terjadi jika nilai C517 ditingkatkan.

5. R533

R533 merupakan resistor startup yang nilai resistansinya disesuaikan dengan tipe mosfet yang dipasang. Semakin rendah ambang Vgson mosfet yang dipasang, maka nilai resistansi R533 akan semakin tinggi.

Baca juga:  Pengertian Input dan Output : Memahami Dasar Sistem Komputer

Rentang nilai resistansi R533 biasanya berada antara 8k2 hingga 47k, dengan nilai stKalianr sekitar 22k. Apabila nilai resistansi ini terlalu tinggi, suara yang dihasilkan saat startup akan terdengar sangat halus dan lembut tanpa suara clik/cit. Akan tetapi, output power supply akan menjadi sangat lemah dan mosfet akan menjadi sangat panas. Sebaliknya, jika resistansi terlalu rendah, suara yang dihasilkan saat startup akan terdengar sangat kuat dan keras yang berpotensi merusak mosfet dengan cepat.

Pergantian D515 (zener 6V2) dengan nilai yang lebih tinggi akan memberikan efek yang sama seperti penurunan nilai resistansi R533.

6. R527, C519, T508 dan T509

Bagian atau sirkuit yang terdiri dari R527, C519, T508, dan T509 membentuk sebuah sirkuit latch, yang bertindak sebagai perlindungan atau pengaman. Cara kerjanya adalah dengan mendeteksi tegangan di R-source. Jika terjadi beban berlebih (misalnya dioda output yang short), maka power supply akan segera memutuskan aliran listrik untuk mencegah kerusakan pada mosfet.

Nilai kapasitor C519 yang lebih besar akan membuat respons sensor arus menjadi lebih lambat, yang berarti mosfet akan berada dalam keadaan ON lebih lama, sehingga output power supply menjadi lebih kuat.

Meski tanpa keempat komponen R527, C519, T508, dan T509, power supply jenis ini masih bisa beroperasi. Namun, tanpa keempat komponen tersebut, power supply tidak akan memiliki proteksi terhadap arus yang berlebihan.

7. C518, LS03 dan R525

Susunan seri dari komponen C-R-L menentukan frekuensi kerja power supply self-oscillation. Saat mosfet utama dipicu oleh tegangan start-up yang melalui R start (R533), magnet pada trafo akan terisi dalam durasi yang ditentukan oleh komponen C-R-L ini. Kemudian, mosfet akan mati karena tegangan pada gerbang mosfet akan dikuras oleh tegangan dari trafo yang melalui CRL. Setelah itu, mosfet akan menyala kembali ketika magnet pada trafo telah habis, dan proses ini akan berulang terus menerus sehingga menciptakan osilasi pada frekuensi tertentu.

Apabila salah satu dari komponen C-R-L ini terputus, mosfet akan selalu berada dalam keadaan menyala tanpa pernah mati, yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada power supply. Jika nilai dari komponen C-R-L berubah, hal ini dapat mengakibatkan penurunan daya yang drastis atau bahkan peningkatan daya yang berlebihan hingga mosfet menjadi terlalu panas, bahkan setelah diganti dengan mosfet yang memiliki ampere lebih besar. Perlu diingat bahwa lilitan dan resistor bukanlah hal yang sama, jadi jangan coba-coba mengganti lilitan dengan resistor.

Harga dan spesifikasi mesin speaker aktif Polytron XBR

Kini, mesin speaker aktif Polytron XBR menjadi incaran banyak orang karena reputasinya sebagai produk berkualitas tinggi. Mesin speaker aktif Polytron XBR ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau, dimana beberapa penjual bahkan menawarkannya dengan harga sekitar Rp. 500.000,00. Dengan harga tersebut, konsumen sudah bisa mendapatkan mesin speaker aktif Polytron XBR dengan kualitas terbaik.

Berikut adalah spesifikasi dari mesin speaker aktif Polytron XBR:

  • Kompatibel dengan berbagai tipe speaker aktif
  • Beratnya sekitar 1,5 kg
  • Termasuk dalam kategori komponen elektronik
  • Tersedia dalam jenis pas 38, pas 68, dan pas 67
  • Dilengkapi dengan berbagai jenis tegangan tone, yaitu +5v, +9v, -9v, dan sebagainya
  • Mampu menghasilkan suara kembali ke standar tanpa distorsi.
Baca juga:  Cara Setting AV TV Polytron Paling Mudah dan Praktis

Dengan spesifikasi tersebut, mesin speaker aktif ini menawarkan berbagai kelebihan yang menjadikannya layak untuk dipuji. Sehingga, bukanlah hal yang mengejutkan jika semakin banyak orang yang ingin memilikinya.

Kelebihan Speaker Polytron XBR

Salah satu keunggulan Speaker Polytron XBR adalah sangat sesuai untuk kegiatan karaoke keluarga. Jika anggota keluarga Kalian senang menyanyi sebagai cara menghabiskan waktu berkualitas, produk sound karaoke system ini sangat membantu dalam menghasilkan suara yang keras, jernih, dan tanpa cacat.

Keunggulan lainnya dari speaker ini adalah harganya yang terjangkau namun tetap berkualitas. Jadi, meskipun Kalian tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membelinya, Kalian masih dapat menikmati suara jernih yang nyaman didengar bersama keluarga di rumah. Speaker ini juga sangat cocok digunakan untuk usaha karaoke, menjadi produk unggulan.

Kekurangan Speaker Polytron XBR

Di sisi lain, Speaker Polytron XBR juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya adalah sistem kabel yang memerlukan pemahaman. Meskipun tidak terlalu rumit, tetapi jika Kalian baru menggunakan speaker dan tidak memiliki pengetahuan tentang produk ini, Kalian mungkin akan sedikit bingung dengan kabel RCA atau kabel lainnya.

Selain itu, jika ingin menghubungkannya dengan perangkat lain juga memerlukan usaha ekstra. Kalian harus benar-benar membaca buku petunjuk dengan teliti atau meminta bantuan dari orang yang sudah berpengalaman menggunakan speaker serupa.

Kekurangan lainnya adalah ukurannya yang cukup besar dibandingkan dengan speaker minimalis. Oleh karena itu, Kalian memerlukan ruang yang cukup untuk mengoptimalkan fungsinya dan mencegah suara dentuman yang terlalu keras.

Penutup

Sebagai penutup, skema regulator Speaker Aktif Polytron XBR memang kompleks namun penuh manfaat. Skema ini membantu dalam mengoptimalkan kinerja speaker dan memastikan kualitas suara yang dihasilkan tetap jernih dan keras. Selain itu, meskipun memerlukan pemahaman lebih dalam tentang kabel dan konektivitas, skema ini memberikan gambaran yang jelas dan membantu dalam proses instalasi dan pemeliharaan Speaker Aktif Polytron XBR.

Memang, produk ini memiliki keunggulan dan kelemahan tertentu, namun yang pasti, dengan harga yang terjangkau dan kualitas suara yang memuaskan, Speaker Aktif Polytron XBR tetap menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang mencari speaker berkualitas tinggi. Skema regulatornya juga memberikan pengetahuan tambahan yang membantu dalam penggunaan dan perawatan produk.

Ingatlah, pengetahuan tentang skema dan cara kerja speaker adalah langkah awal penting dalam merawat dan memaksimalkan potensi Speaker Aktif Polytron XBR. Sehingga, kita tidak hanya dapat menikmati kualitas suara yang baik, tetapi juga dapat memperpanjang umur dan efisiensi dari speaker tersebut. Semoga artikel dari bengkeltv.id bermanfaat dan membantu Kalian dalam memahami lebih lanjut tentang Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR. Selamat mencoba dan menikmati suara indah dari speaker ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *